JAKARTA, theopini.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan penataan Kawasan Pesisir Labuang di Kabupaten Majene, sebagai destinasi wisata baru di Provinsi Sulawesi Barat.
Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, upaya penanganan permukiman kumuh perlu dilakukan secara kolaboratif dan terpadu, dengan melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders) hingga tuntas.
Baca Juga: Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Rumah Jabatan Menteri di IKN
“Penataan kawasan kumuh jangan hanya mengerjakan fisik yang sifatnya terbatas, tapi perlu perencanaan serta penataan yang komprehensif. Sehingga, permukiman kumuh dapat ditangani dengan tuntas, melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Menteri Basuki, di Jakarta, Jum’at, 26 Apri 2024.
Peningkatan kualitas permukiman pada kawasan seluas 16,7 hektare tersebut di bawah koordinasi Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Barat, Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Pekerjaan konstruksi dilaksanakan pada 2023, dan telah selesai pada bulan Januari 2024. Sehingga telah dimanfaatkan masyarakat saat ini.
Baca Juga: Pj Bupati Sinjai Usulkan Peningkatan Jalan ke Kementerian PUPR
Sementara itu, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Wahyu Kusumosusanto berharap, Kawasan Pesisir Labuang yang telah ditata dapat terus dijaga, agar senantiasa menjadi kawasan yang tidak kumuh.
“Kami juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Majene dan masyarakat agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik dan dipelihara agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama,” pungkasnya.






