PARIMO, theopini.id – Anggota Legislatif (Anleg) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Muhamad Fadli menilai sikap RSUD Anuntaloko Parigi, yang tidak memindahkan pasien di tengah proses rehab gedung kelas III berlangsung, kurang manusiawi.
“Rahab berat gedung itu, sudah berlangsung selama satu minggu. Tapi sampai saat ini, pihak rumah sakit belum melakukan pemindahan pasien ke gedung lain,” ungkap Fadli, saat rapat paripurna, di gedung DPRD Parimo, Kamis, 8 Agustus 2024.
Baca Juga: Tak Dihadiri Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, RDP DPRD Parimo Ditunda
Menurutnya, manajemen RSUD Anuntaloko Parigi hanya melakukan pemindahan pasien antar lantai, di gedung yang sama.
Kondisi ini, bukan hanya dikeluhkan pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, tetapi juga pihak pelaksana pekerjaan.
Ia mengatakan, pasien menjalani rawat inap di rumah sakit untuk berobat, dan agar dapat beristrahat dengan tenang.
“Tetapi, jika tidak dilakukan pemindahan pasien, ini bertentangan dengan apa yang menjadi tujuan dasar pelayanan kesehatan,” tukasnya.
Bahkan kabarnya, kata dia, pemindahan pasien dari gedung yang direhab tersebut, belum mendapatkan persetujuan dari Direktur RSUD Anuntaloko Parigi.
Alasannya, jika dilakukan pemindahan pasien ke gedung lain, akan mengganggu pendapatan RSUD Anuntaloko Parigi di kelas III.
“Ini saya kira, alasan yang kurang manusiawi. Hari ini, terjadi pemindahan pasien hanya dari lantai dua ke lantai tiga, di sana sudah menumpuk pasien,” ungkapnya.
Baca Juga: RSUD Anuntaloko Parigi Akui Salah Transfusi Darah ke Pasien Lansia
Olehnya, ia meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo memerintahkan Direktur RSUD Anuntaloko Parigi untuk segera memindahkan pasien ke gedung lain.
“Saya kira, tidak masalah masyarakat yang kecil ini dirawat sementara di ruangan VIP,” pungkasnya.

Komentar