PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Bone Bolango, Propinsi Gorontalo menungkapkan ketersediaan stok komoditas cabai menjadi fokuss utama, pihaknya menjalin kerja sama dengan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
“Kabupaten Parimo ini memiliki komoditas rica yang melimpah. Bahkan selalu surplus,” kata Pjs Bupati Bone Bolango, Budiyanto Sidiki, usai melakukan penandatangan kesepakatan bersama dengan Pemda Parimo, di Parigi, Selasa, 8 Oktober 2024.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Sulteng Tembus Rp130 Ribu per Kilogram, Ini Penyebabnya
Menurutnya, sebenarnya kerja sama yang disepakati bersama Pemda Parimo meliputi berbagai bidang, termasuk perikanan.
Namun, Pemda Bone Bolango lebih memfokuskan jenis komoditas yang sering menyumbang inflasi daerah, salah satunya cabai.
Dengan produksi yang mencapai hitungan kwintal dalam setiap panen serta terdapatnya kawasan sentra cabai Kabupaten Parimo, menjadi dasar pihaknya untuk meningkatkan kerja sama yang mulanya hanya dilakukan antar pebisnis.
“Maka kita bersepakat untuk mendatangkan cabai dari Kabupaten Parimo,” ujarnya.
Ia menyebut, kerja sama yang dilakukan bersifat jangka panjang. Untuk jangka pendeknya, pihaknya ingin memastikan terpenuhinya ketersediaan stok cabai, apabila terjadi deficit di daerahnya.
Baca Juga: Pemda Diminta Waspadai Kenaikan Harga 4 Komoditas
Mengingat, komoditas cabai sangat sering menjadi penyumbang inflasi di daerahnya. Bahkan, kondisi itu pernah mengakibatkan Kabupaten Bone sebagai daerah dengan peningkatan index harga tertinggi.
“Besar harapan kami, kerja sama dalam rangka pengendalian inflasi ini dapat terus dipantau keberlanjutannya, dan bukan hanya sekedar penandatangan MOU semata,” pungkasnya.














