PARIMO, theopini.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Moutong (Parimo) Zulfinasran A Tiangso, melepas logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemungutan Kepala Daerah (Pilkada) ke TPS terpencil, Minggu, 13 April 2025.
TPS terpencil ini, berlokasi di daerah pegunungan Dusun Ansibong, Desa Pebo Unang, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Polres Parimo Kawal Distribusi Logistik Pemilu ke TPS Terpencil
Akses satu-satunya menuju Dusun Ansibong hanya dengan berjalan kaki, dengan perkiraan jarak tempuh selama dua hari.
Logistik PSU Pilkada yang didistribusikan, meliputi empat bilik suara dan 492 surat suara, terdiri dari 480 surat suara pemilih tetap serta 12 surat suara cadangan sesuai ketentuan.
Pemberangkatan dengan pengawalan personel Polisi, dilakukan sekitar pukul 13.30 WITA, setelah melalui proses persiapan sejak pukul 10.00 WITA.
Selain Sekda Zulfinasran, turut hadir dalam pelepasan pemdistribusian logistik, yakni Camat Palasa H Ashar, aparat desa, serta jajaran penyelenggara Pilkada tingkat kecamatan dan desa.
Dalam kesempatan itu, Sekda Zulfinasran menekankan pentingnya netralitas ASN serta profesionalisme seluruh unsur penyelenggara pemilu.
Ia berharap proses distribusi logistik PSU Pilkada ke TPS terpencil di Kecamatan Palasa bisa berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.
“Kami berharap para tim distribusi yang membawa logistik ke Dusun Ansibong selamat sampai tujuan, dan seluruh logistik PSU tiba dalam kondisi aman serta lengkap,” ujarnya yang juga selak Ketua Desk Pilkada Pemda Parimo.
Menurutnya, pendistribusian logistik ke TPS terpencil merupakan tanggung jawab bersama, untuk mrmastikan setiap warga tetap dapat menggunakan hak pilihnya, meski berada di daerah terpencil.
Baca Juga: KPU Parimo Dahulukan Distribusi Logistik ke TPS Terpencil
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung kelancaran seluruh tahapan PSU Pilkada, termasuk di wilayah dengan medan ektrem,” pungkasnya.
Tak hanya Dusun Ansibong, distribusi logistik juga dilakukan ke TPS terpencil lainnya di Kecamatan Palasa, seperti Desa Eeya, Bambasiang dan Ulatan.














