PALU, theopini.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tengah dan Polres Parigi Moutong (Parimo) tidak menemukan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Kamis, 22 Mei 2025.
Kapolres Parimo AKBP Hendrawan Agustian Nugraha turut memimpin langsung ke lapangan bersama Tim Subdit I Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tengah, dipimpin AKBP Raden Real Mahendra.
Baca Juga: Dipilih Secara Acak, 65 Personel Polda Sulteng Jalani Tes Urine
Diduga rencana turunnya tim penertiban PETI bocor. Sehingga, Kepolisian tidak menemukan penambang atau alat berat yang beraktivitas.
Hal itu, dibenarkan Kasubbid Penmas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Sugeng lestari. Menurutnya, tim penertiban PETI dari Polda Sulawesi Tengah dan Polres Parimo turun ke lokasi Desa Kayuboko, Kamis, 22 Mei 2025.
Dalam pelaksanaan penertiban, kata dia, tim juga melibatkan Pemerintah Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat.
Hanya saja, saat tim tiba di lokasi tambang, tidak ditemukan aktivitas pertambangan. Demikian juga, alat-alat pertambangan.
“Hal ini, sekaligus untuk mengklarifikasi pemberitaan media online yang menyebut, dalam penertiban PETI di Kayuboko, Polisi mengamankan 14 WNA China. Tidak benar dan tidak ada yang diamankan dan dibawa ke Polres Parimo maupun di Polda Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Polda Sulawesi Tengah juga tidak menampik, penertiban PETI yang dilakukan Kepolisian bocor. Sehingga, tidak ditemukan aktivitas penambangan saat berada di lokasi.
“Kami tidak dapat pastikan, ketidakberhasilan penertiban PETI ini karena bocor, tetapi dugaan itu bisa saja terjadi,” tandasnya.
Akan tetapi, Tim Polda Sulawesi Tengah memasang spanduk peringatan di lokasi tambang Desa Kayuboko.
“Antara lain berbunyi Asta Cita Program 100 Hari Presiden, Stop Illegal Mining,” ujarnya.
Baca Juga: Guru Mapel Ikut Bimtek Penyusunan Soal Ujian Berbasis AKM Literasi dan Mumerasi
Ia menyebut, penertiban PETI akan tetap dilanjutkan. Namun, pihaknya belum bisa menyampailan kapan waktu dan lokasinya.
“Kami tidak bisa sampaikan kapan waktu dan lokasi yang akan dituju. Tim akan turun secara senyap,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News













