SIGI, theopini.id — Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Mohamad Rizal Intjenae mengatakan, Penilaian Lomba Desa bukan sekadar ajang kompetisi antar wilayah, melainkan momentum strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, kebersihan lingkungan, dan nilai-nilai gotong royong sebagai fondasi pembangunan desa.
Ia menekankan, pentingnya mengembalikan semangat kolektif dan peran aktif masyarakat desa dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bombanon Raih Juara 3 Lomba Desa Tingkat Nasional
Evaluasi seperti ini, kata dia, seharusnya tak hanya berorientasi pada administratif atau prestasi seremonial, tetapi mampu memicu perbaikan nyata di lapangan.
“Semangat gotong royong, penguatan ketahanan pangan, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan harus menjadi arus utama dalam pembangunan desa. Ini bukan soal lomba semata, tapi refleksi sejauh mana desa berfungsi sebagai garda depan pembangunan daerah,” ujarnya saat membuka secara resmi agenda evaluasi desa di Desa Kabobona, Kecamatan Dolo, Senin, 2 Juni 2025.
Ia pun menyatakan, bangga karena bisa hadir dalam kegiatan tersebut. Sebab, dapat menyerap langsung aspirasi masyarakat.
Menurutnya, Desa Kabobona memperlihatkan antusiasme tinggi dalam menyambut program ini, mulai dari partisipasi warga hingga kesiapan lintas sektor.
Dengan mengangkat tema nasional “Desa dan Kelurahan Tangguh Pangan Menuju Indonesia Emas”, Bupati Rizal mengingatkan pentingnya ketahanan pangan sebagai pilar utama kemandirian desa.
Ia mengatakan, keberhasilan desa tidak hanya dilihat dari infrastruktur atau administrasi, tetapi dari kemampuannya menciptakan kemandirian ekonomi berbasis lokal.
“Pangan itu soal hidup. Ketika desa kuat dalam hal pangan, maka fondasi bangsa pun akan kokoh. Kita ingin desa-desa di Sigi menjadi model dalam hal ini,” tambahnya.
Ia juga menyentil tantangan lingkungan seperti persoalan sampah, dan mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan tradisi kerja bakti sebagai solusi lokal yang efektif.
“Penanganan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tapi harus menjadi budaya bersama. Mari kita jadikan desa bersih dan sehat sebagai standar kita bersama,” pesannya.
Baca Juga: Kotaraya Selatan Wakili Sulteng di Lomba Desa Anti Korupsi
Kepada tim penilai, ia mengingatkan agar menjalankan tugas secara objektif dan transparan, dengan menilai bukan hanya dari dokumen, tetapi juga dari semangat inovasi dan keterlibatan aktif masyarakat.
“Desa yang layak mewakili Sigi ke tingkat provinsi adalah desa yang bisa membuktikan bahwa pembangunan itu bukan proyek, tapi proses yang melibatkan rakyat secara nyata,” pungkasnya.







Komentar