Dituding Tolak Pasien, RSUD Anuntaloko Minta Maaf dan Tegaskan: Ini Murni Salah Paham

PARIMO, theopini.id – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parihgi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah buka suara terkait dugaan penolakan pasien yang sempat ramai diperbincangkan.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa kejadian tersebut, murni akibat miskomunikasi atau salah paham antara petugas medis dan pihak pasien.

Baca Juga: RSUD Anuntaloko Parigi Telusuri Dugaan Penolakan Pasien Asal Jononunu

Wakil Direktur RSUD Anuntaloko, Astar Baturangka menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran internal, dokter yang bertugas saat itu menyatakan pasien belum memiliki indikasi untuk menjalani rawat inap.

“Dari hasil kronologinya, dokter memastikan kondisi pasien tidak mengharuskan rawat inap. Ini murni terjadi miskomunikasi,” ujar Astar di Parigi, Rabu, 25 Juni 2025.

Ia menuturkan, pasien asal Desa Jonunu, Kecamatan Parigi Tengah yang sebelumnya diduga ditolak pelayanannya, sudah menjalani pemeriksaan awal.

Hasilnya menunjukkan, tekanan darah pasien dalam kondisi normal dan tidak ditemukan gejala sesak napas.

“Pasien datang dengan keluhan tidak bisa makan. Namun sebelumnya, pasien ini belum mendapatkan pelayanan dasar di puskesmas,” jelasnya.

Astar menegaskan, kemungkinan besar terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian informasi antara petugas kesehatan dan pasien, sehingga memicu dugaan penolakan pelayanan.

Terkait dengan keluhan keluarga pasien soal pengurusan administrasi, ia membantah adanya hambatan tersebut.

Ia memastikan, RSUD Anuntaloko Parigi tetap menjalankan program layanan kesehatan gratis berdasarkan instruksi Gubernur Sulawesi Tengah. Artinya, pasien cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan pelayanan.

“Atas nama manajemen RSUD Anuntaloko, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pasien,” ucapnya.

Baca Juga: Manajemen RSUD Anuntaloko Parigi Dinilai Lemah

Ia pun menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh petugas untuk memberikan edukasi yang baik, dan memastikan komunikasi kepada pasien berjalan lebih efektif ke depannya.

“Ini hanya miskomunikasi. Ke depan, kami pastikan pelayanan lebih baik dan tidak terjadi kesalahpahaman seperti ini lagi,” tegasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar