Penanganan Stunting Bukan Sekadar Penghargaan, Parimo Fokus Bangun Generasi Sehat

PARIMO, theopini.idPemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong menegaskan, penanganan Stunting bukan hanya soal meraih penghargaan, tetapi tentang investasi jangka panjang untuk membangun generasi sehat dan berkualitas.

Komitmen itu, tercermin dari capaian kabupaten Parimo yang berhasil meraih Peringkat Terbaik II Aksi Konvergensi Penurunan Stunting tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 2024.

Baca Juga: Bapelitbangda Parimo Gelar Lokakarya Analisis Stunting 2025

“Ini bukan sekadar trofi atau seremoni. Yang terpenting adalah bagaimana kerja-kerja di lapangan benar-benar berdampak untuk generasi kita ke depan,” tegas Wakil Bupati Parimo, H Abdul Sahid, usai menerima penghargaan dari Wakil Gubernur dr Reny Lamadjido di Kota Palu, Senin, 30 Juni 2025.

Ia menyebut, capaian ini adalah hasil dari kerja kolaboratif seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, kader posyandu, Puskesmas, hingga dukungan masyarakat.

Wabup Sahid menegaskan, isu Stunting adalah soal masa depan daerah, bukan hanya sekadar angka statistik.

“Ketika kita bicara Stunting, kita bicara masa depan Parigi Moutong. Anak-anak yang sehat hari ini adalah penentu kemajuan daerah di masa depan,” ujarnya.

Selama dua tahun terakhir, Pemda Parimo berhasil menurunkan angka Stunting secara konsisten dengan mengoptimalkan berbagai strategi.

Di antaranya, audit kasus Stunting, intervensi gizi spesifik, penguatan pendampingan keluarga risiko Stunting, serta pelayanan kesehatan yang menjangkau pelosok.

“Kami dorong posyandu aktif, Puskesmas keliling masuk ke desa-desa terpencil, edukasi pola asuh digencarkan, dan tenaga kesehatan diperbanyak di titik-titik prioritas,” jelasnya.

Ia juga menekankan, program penanganan Stunting sejalan dengan visi besar daerah, yakni “Mewujudkan Parigi Moutong Maju, Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan”, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.

Baca Juga: Desa Gio Raih Penghargaan Terbaik Percepatan Penurunan Stunting

“Kami tidak ingin anak-anak kami terjebak dalam siklus kemiskinan akibat stunting. Karena itu, intervensi ini bukan hanya soal gizi, tapi juga soal pendidikan, kesehatan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga,” tambahnya.

Selaras dengan program BERANI Sehat yang dicanangkan Pemprov Sulawesi Tengah, Pemda Parimo terus memperkuat pelayanan promotif dan preventif, dengan tujuan membangun budaya hidup sehat sejak usia dini.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar