TPID Sulteng Intensifkan Pengawasan Beras: Stok Aman, Harga Dikendalikan Lewat Operasi Pasar

PARIMO, theopini.idTim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat pengawasan distribusi dan harga beras di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Langkah ini, sebagai respons atas tantangan inflasi pangan dan untuk memastikan ketersediaan beras tetap aman jelang masa paceklik.

Baca Juga: Inflasi Masih Tinggi, TPID Banggai Bahas Strategi Pengendalian Harga

Dipimpin Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulawesi Tengah, H Rudi Dewanto, TPID melakukan inspeksi lapangan ke Gudang Bulog Olaya, Kecamatan Parigi serta dua pasar tradisional, yakni Pasar Sentral Parigi dan Pasar Tolai.

Kunjungan ini, juga diikuti perwakilan Bank Indonesia, Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta unsur terkait lainnya.

Hasil peninjauan menunjukkan stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Gudang Bulog Olaya mencapai lebih dari 10.600 ton, jumlah yang dinilai aman hingga musim panen berikutnya.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok SPHP cukup. Pemerintah akan terus hadir dengan intervensi harga, termasuk melalui Gerakan Pangan Murah. Tidak boleh ada panic buying maupun penimbunan,” tegas Rudi Dewanto.

Di pasaran, harga beras umum terpantau di kisaran Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP yang akan segera digelontorkan ke masyarakat ditetapkan pada harga Rp12.500/kg.

Pemerintah Daerah (Pemda), bersama Bulog dan mitra terkait, siap menggelar operasi pasar secara bertahap di berbagai titik strategis.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year (yoy) Kabupaten Parimo per Juni 2025 sebesar 3,12%, lebih rendah dari rata-rata nasional.

Capaian ini, menandakan efektivitas intervensi daerah terhadap harga pangan strategis, terutama beras dan cabai, dua komoditas utama penyumbang inflasi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Parimo, Syamsu Nadjamudin, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Kami bergerak bersama TPID provinsi, Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Ketahanan Pangan, dan Satgas Pangan Polri. Intervensi ini, bagian dari 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Parimo,” ujarnya.

Distribusi beras SPHP akan melibatkan pedagang lokal yang telah ditunjuk dan akan berada di bawah pengawasan ketat Satgas Pangan Polres Parimo, untuk mencegah permainan harga di lapangan.

Langkah ini, menjadi bagian dari strategi jangka pendek dan menengah pemerintah dalam menjaga kestabilan harga dan ketahanan pangan. Selain operasi pasar, Gerakan Pangan Murah akan terus digelar di wilayah yang rentan fluktuasi harga.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak melakukan penimbunan, dan berbelanja secara bijak.

Baca Juga: Pemda Sigi dan Bank Indonesia Gelar High Level Meeting TPID

Di sisi lain, penguatan distribusi dan perlindungan konsumen di tingkat akar rumput akan terus menjadi fokus program ke depan.

Kunjungan TPID ke Kabupaten Parimo bukan sekadar inspeksi, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk menjaga agar beras tetap tersedia, harga terkendali, dan inflasi tetap rendah, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Sulawesi Tengah.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar