MATARAM, theopini.id — Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII bukan hanya selebrasi olahraga rakyat, tetapi juga menjadi katalis kuat bagi perputaran ekonomi daerah dan pelestarian budaya lokal.
Resmi ditutup oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di eks Bandara Selaparang, NTB, Jum’at malam, 1 Agustus 2025, ajang ini membuktikan bahwa olahraga tradisional dan rekreasi mampu menghidupkan ekonomi berbasis kerakyatan.
Baca Juga: Ekosistem Digital Kian Tumbuh, FORNAS VIII Dorong Esports Jadi Pilar Ekonomi Kreatif
“Dampaknya terasa di sektor penerbangan, akomodasi, konsumsi, hingga UMKM lokal. Tapi yang lebih penting lagi, FORNAS menjadi ajang perekat bangsa dan warisan budaya yang harus dijaga,” ujar Wakil Presiden Gibran dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa FORNAS bukan semata ajang kompetisi, melainkan ruang kolaboratif untuk menghidupkan kearifan lokal dari seluruh penjuru Nusantara.
Ia juga menyoroti partisipasi lintas usia dan keberagaman cabang olahraga masyarakat (Inorga), yang membawa nilai kebersamaan di atas capaian prestasi.
“Kalah dan menang itu biasa. Yang terpenting adalah semua peserta bisa bergembira, saling bertemu, dan menjalin kebersamaan. Ini sejalan dengan tema FORNAS tahun ini, Kalah Menang Semua Senang,” tambahnya.
Salah satu dampak signifikan dari FORNAS VIII, adalah peningkatan jumlah kunjungan, yang diperkirakan mencapai 40 ribu orang selama perhelatan berlangsung sejak 26 Juli 2025.
Hal ini, berdampak langsung pada peningkatan omset pelaku UMKM, okupansi hotel, hingga pelestarian atraksi budaya daerah.
Menjadi penutup sekaligus awal estafet penyelenggaraan, Gubernur H Anwar Hafid, menyatakan kesiapan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah FORNAS IX tahun 2027.
Baca Juga: Wagub Sulteng Lepas 396 Pegiat Olahraga Masyarakat ke FORNAS VIII
“Kami tidak hanya siap dari segi infrastruktur, tapi juga dari sisi semangat. Sulteng punya kekayaan budaya dan komunitas olahraga masyarakat yang aktif. Kami ingin menjadikan FORNAS 2027 sebagai momentum pemberdayaan ekonomi rakyat dan promosi budaya lokal,” ujar Anwar Hafid usai seremoni.
Sejumlah pejabat nasional turut hadir, termasuk Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal, Ketua Umum KORMI Nasional Adil Hakim, serta perwakilan organisasi olahraga masyarakat dari seluruh provinsi. Penutupan ditandai dengan pemukulan gendang blek sebagai simbol semangat kebersamaan.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar