Gubernur Sulteng Dorong PTVI Libatkan Tenaga Lokal di Proyek Bahodopi

MOROWALI, theopini.idGubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid menekankan, pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pembangunan Proyek Bahodopi Blok 1 PT Vale Indonesia Tbk (PTVI).

“Selain mendukung peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kami mendorong agar PTVI lebih banyak memberdayakan tenaga kerja lokal serta bersinergi dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya BERANI Cerdas,” ujar Anwar Hafid saat menghadiri First Cut Ceremony Proyek Bahodopi Blok 1 di Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Senin, 8 September 2025.

Baca Juga: Job Fair 2025 Buka 999 Lowongan, Bupati Banggai Dorong Perusahaan Serap Tenaga Lokal

Anwar menyampaikan apresiasi kepada PTVI dan mitra kontraktor PT Antareja Mahada Makmur (AMM) yang konsisten menerapkan kaidah pertambangan yang baik. Namun ia menegaskan, manfaat keberadaan perusahaan harus lebih dirasakan masyarakat.

“Kita jaga perusahaan ini supaya benar-benar berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan negara yang kita cintai,” katanya.

Ia juga menyinggung soal program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurutnya, pemerintah provinsi akan menindaklanjuti hasil konsultasi dengan pemerintah pusat agar implementasi CSR PTVI di Morowali lebih terarah dan berkeadilan.

Sementara itu, Direktur Corporate and Strategic Communications Asia Operations (CSCAO) PTVI, Budiawansyah menegaskan, Proyek Bahodopi Blok 1 merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung hilirisasi nikel nasional.

Baca Juga: Gubernur Sulteng: Perusahaan Wajib Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

“Proyek ini akan menjadi tulang punggung yang memberi nilai tambah. Apa yang telah kami lakukan di Sorowako, akan kami terapkan pula di Morowali dengan kaidah pertambangan yang baik,” katanya.

Menurutnya, PTVI akan terus mengedepankan prinsip pertambangan berkelanjutan. “Kami akan terus hadir, mendengar, dan melibatkan masyarakat dalam setiap langkah,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar