BRI Parigi Rayakan Hari Batik Nasional, Tegaskan Komitmen Dukung Warisan Budaya Bangsa

PARIMO, theopini.idBank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, memperingati Hari Batik Nasional dengan penuh makna. Seluruh karyawan kompak mengenakan baju batik saat bekerja, Kamis, 2 Oktober 2025.

Selain melestarikan budaya, langkah ini juga menjadi wujud nyata dukungan BRI terhadap kecintaan pada produk dalam negeri sekaligus warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia.

Baca Juga: Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di BRI Parigi, Tekankan Semangat Kebangsaan dan Ekonomi Kerakyatan

Pimpinan Cabang BRI Parigi, Andri Fauzan Rachman menegaskan, pemakaian batik bukan sekadar seragam, melainkan simbol kebanggaan atas identitas bangsa.

“Batik adalah warisan budaya Indonesia yang sudah mendapat pengakuan UNESCO. Melalui momentum Hari Batik Nasional, kami ingin meneguhkan kembali semangat kebanggaan itu. Sebagai lembaga keuangan milik negara, BRI memberikan contoh bahwa mencintai produk dalam negeri bisa dimulai dari hal sederhana, seperti memakai batik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, BRI selama ini konsisten mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk para perajin batik di berbagai daerah.

Dukungan itu diberikan melalui pembiayaan, pendampingan usaha, hingga pemberdayaan digital agar produk batik dapat terus berkembang dan bersaing di pasar nasional maupun global.

“Batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga bagian dari ekonomi kreatif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. BRI hadir untuk memastikan para pelaku usaha batik bisa tumbuh, berinovasi, dan naik kelas,” tambahnya.

Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober, setelah UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda dunia pada 2009.

Baca Juga: BRI Parigi Apresiasi Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2025

Andri berharap, peringatan ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk melestarikan sekaligus mengembangkan batik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Parigi Moutong, untuk terus bangga memakai batik. Dengan begitu, kita menjaga identitas bangsa sekaligus menggerakkan perekonomian daerah,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar