Wajah Tombolotutu Hadir di Sekolah, Pemda Parimo Dorong Gerakan Moral dan Edukasi Kebangsaan

PARIMO, theopini.id — Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah meluncurkan gerakan pemasangan foto Pahlawan Nasional Tombolotutu di seluruh sekolah dan instansi pemerintah.

Program ini, digagas sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan menanamkan semangat kepahlawanan di tengah generasi muda.

“Pemasangan foto ini bukan sekadar simbol penghormatan, tetapi gerakan moral dan edukatif agar semangat perjuangan Tombolotutu hidup dalam ruang pendidikan dan pemerintahan,” ujar Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo, Muhamad Taufan, Senin, 10 November 2025.

Baca Juga: Hari Pahlawan Nasional, Pj Bupati Parimo Bagikan Buku Perjuangan Tombolotutu

Program tersebut resmi diluncurkan oleh Bupati Parimo, H. Erwin Burase, didampingi Wakil Bupati H. Abd. Sahid, saat upacara peringatan Hari Pahlawan di Makam Pahlawan Nasional Tombolotutu, Desa Toribulu, Dusun Padang.

Dalam kegiatan itu, Bupati Erwin menyerahkan secara simbolis foto Pahlawan Tombolotutu kepada Plt. Kepala Disdikbud Parimo, Sunarti sebagai tanda dimulainya gerakan tersebut.

“Kami ingin wajah Tombolotutu menjadi inspirasi dalam bekerja, belajar, dan berkarya. Semangat kepahlawanan harus diteruskan melalui kerja nyata dan pengabdian bagi daerah,” kata Taufan.

Ia menegaskan, pemasangan foto di ruang-ruang publik pendidikan diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda tentang nilai keberanian, keteladanan, dan pengorbanan Tombolotutu dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Semangat Tombolotutu harus terus hidup, bukan hanya di buku sejarah, tapi di setiap ruang tempat generasi kita belajar dan mengabdi,” tambahnya.

Tombolotutu merupakan Pahlawan Nasional asal Sulawesi Tengah pertama yang dianugerahi gelar kehormatan oleh Presiden Joko Widodo pada 2022.

Ia dikenal sebagai tokoh perlawanan yang tangguh melawan penjajahan Belanda, hingga membuat pasukan elit Marsose diterjunkan untuk menumpas perjuangannya, pasukan yang sebelumnya juga dikerahkan dalam Perang Aceh melawan Cut Nyak Dien dan Teuku Umar.

Baca Juga: Guru Tua Resmi Diakui WNI, Selangkah Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Gerakan ini, menurut Taufan, merupakan inisiatif Disdikbud Parimo yang sejalan dengan visi pembangunan berkarakter kebangsaan melalui jalur pendidikan.

Pemerintah daerah juga akan memperkuat implementasi program ini, melalui surat instruksi Bupati kepada seluruh satuan pendidikan dan perangkat daerah.

“Selanjutnya, kegiatan ini akan diperkuat secara resmi melalui instruksi Bupati Parigi Moutong agar menjadi gerakan berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar