PARIMO, theopini.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terus meningkat dan mulai mengancam permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo mencatat sedikitnya 22 kejadian Karhutla sejak Januari hingga Senin, 2 Februari 2026, sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) menetapkan status Siaga Darurat.
Baca Juga: Mendagri Minta Pemda Susun Regulasi Terkait Karhutla
“Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD, selama Januari tercatat 15 kejadian karhutla, sedangkan di awal Februari ini sudah ada 7 kejadian,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai melalui pesan WhatsApp, Senin malam.
Ia menjelaskan, menyikapi kondisi tersebut Pemda Parimo menetapkan status Siaga Darurat terhitung sejak 30 Januari hingga 30 Februari 2026, guna mempercepat koordinasi dan penanganan di lapangan.
“Status siaga ini kami tetapkan agar seluruh perangkat daerah dan unsur terkait bisa bergerak cepat melakukan penanganan,” katanya.
Rivai mengungkapkan, laporan karhutla terkini terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dengan luasan terdampak diperkirakan mencapai 20 hektare.
Di Dusun III Desa Avolua, jarak api dengan rumah warga hanya sekitar 200 meter dan mengancam tiga kepala keluarga.
“Saat ini BPBD masih mobile di Avolua. Alhamdulillah kami sudah berkoordinasi dengan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan, dan mereka mengutus lima personel Manggala Agni untuk membantu penanganan,” terangnya.
Ia menambahkan, Tim Pemadam Kebakaran, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parimo, serta Tim Manggala Agni masih terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas.
“Fokus kami saat ini adalah mencegah api mendekati permukiman dan meluas ke area lain,” kata Rivai.
Selain upaya penanganan di lapangan, Pemda Parimo juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/46/BPBD yang ditandatangani Bupati H Erwin Burase, berisi imbauan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan.
Baca Juga: Polda Sulteng Gelar Apel Siaga Penanggulangan Karhutla
“Karhutla ini dipicu oleh kemarau panjang dan aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkontrol. Kami mengimbau camat, kepala desa, lurah, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran,” tegasnya.
Jika terjadi kondisi darurat kebakaran hutan dan lahan, masyarakat dapat menghubungi layanan Pemadam Kebakaran di nomor 082291165911 (Parigi), 081318871119 (Tolai), 081318861119 (Moutong), atau menghubungi Kantor BPBD Parimo melalui nomor 117 (bebas pulsa) serta 08114180117.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar