Wisata Maima Didorong Jadi Sumber PADes dan Penggerak UMKM Lawua

SIGI, theopini.id Pengembangan Wisata Air Panas dan Air Terjun Maima di Desa Lawua, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mulai diarahkan sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), sekaligus penggerak UMKM warga setempat.

“Sejak 2022 kami mulai serius mengelola wisata desa agar bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Desa. Hasilnya diharapkan kembali ke masyarakat, termasuk untuk mendukung pendidikan anak-anak kami,” kata Kepala Desa Lawua, Yudhi Tampai, Jum’at sore, 6 Februari 2026.

Baca Juga: Mendes PDTT Dukung Potensi Alam Jadi Daya Tarik Desa Wisata

Ia menjelaskan, meski kawasan wisata Maima telah lama dikenal, pengelolaan secara terarah dan berkelanjutan baru dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Dampak ekonomi pun mulai dirasakan masyarakat, meski pengembangannya masih dilakukan secara bertahap.

“Dampak ekonominya sudah mulai dirasakan warga, walaupun belum maksimal karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Salah satu tantangan utama dalam pengembangan wisata Maima, lanjutnya, adalah akses jalan menuju lokasi yang masih terbatas. Pemerintah desa sementara mengandalkan partisipasi masyarakat melalui kerja bakti.

“Akses jalan masih menjadi tantangan. Untuk sementara kami atasi dengan kerja bakti masyarakat, sementara fasilitas di dalam kawasan kami benahi melalui dana desa,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pembenahan yang dilakukan meliputi pembangunan jembatan, bantaran sungai, serta perbaikan bangunan di kawasan wisata yang sebelumnya terdampak bencana.

Untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan, pemerintah desa menetapkan retribusi wisata melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Kami menetapkan tarif masuk Rp5.000 untuk pengunjung dewasa, sudah termasuk parkir. Anak-anak dan warga Desa Lawua kami bebaskan sebagai bagian dari edukasi wisata,” kata Yudhi.

Selain itu, keberadaan wisata Maima juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas UMKM warga. Sejumlah kios milik masyarakat yang sempat terdampak bencana kini mulai direhabilitasi agar dapat kembali beroperasi.

“Kios-kios UMKM warga mulai kami perbaiki supaya bisa kembali berjualan dan menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.

Baca Juga: Gubernur Sulteng Dukung Togean Jadi Wisata Super Prioritas Nasional

Sementara itu, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan wisata desa sebagai penguatan ekonomi masyarakat.

“Pariwisata desa ini bukan hanya soal destinasi, tapi bagaimana dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat melalui PADes dan UMKM,” tegas Rizal saat mengunjungi kawasan wisata Maima.

Ia berharap, pengelolaan wisata berbasis desa dapat menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi Kabupaten Sigi yang berkelanjutan.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar