PALU, theopini.id — Polda Sulawesi Tengah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mencatut nama Wakapolda Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H. di media sosial.
Aksi tersebut, dilakukan oknum tidak bertanggung jawab dengan dalih meminta bantuan atau sumbangan kepada sejumlah pihak.
“Kami tegaskan, itu tidak benar. Jangan pernah percaya terhadap orang maupun kelompok yang mengatasnamakan Wakapolda Sulteng dengan maksud meminta bantuan atau sumbangan dalam bentuk apa pun,” ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Djoko Wienartono, dalam keterangan resminya, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pejabat di lingkungan Polda Sulawesi Tengah tidak pernah meminta bantuan pribadi melalui pesan singkat, media sosial, maupun sambungan telepon kepada masyarakat.
Karena itu, apabila ada pihak yang menerima pesan atau telepon yang mengatasnamakan Wakapolda Sulawesi Tengah, masyarakat diminta tidak merespons serta segera melaporkannya ke kantor kepolisian terdekat, baik di Polres maupun Polsek.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap permintaan yang mengatasnamakan pejabat Polri. Segera lakukan konfirmasi dan laporkan apabila menemukan indikasi penipuan,” tegasnya.
Polda Sulawesi Tengah menilai pencatutan nama pejabat publik untuk kepentingan pribadi merupakan bentuk kejahatan siber yang tidak hanya merugikan korban, tetapi juga mencoreng nama baik institusi.
Djoko berharap partisipasi aktif masyarakat dapat membantu aparat kepolisian dalam mencegah dan menindak praktik penipuan yang memanfaatkan identitas pejabat negara.
“Laporkan setiap dugaan penipuan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti. Partisipasi masyarakat sangat membantu kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar