PARIMO, theopini.id — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menargetkan penguatan gerakan literasi hingga tingkat desa, sebagai strategi utama meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) pada 2026.
“Kondisi kita sekarang masih di 10 besar di Sulawesi Tengah dan itu masuk kategori rendah. Ini sangat memprihatinkan karena seharusnya perpustakaan menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia,” kata Kepala Dispusarda Parimo, Syamsu Nadjamudin, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penguatan literasi desa akan difokuskan melalui pembentukan Bunda Literasi di seluruh wilayah Parimo. Saat ini, dari total 278 desa yang ada, jumlah Bunda Literasi belum mencapai setengahnya.
“Kalau ada Bunda Literasi di setiap desa, maka pojok baca dan ruang publik desa bisa lebih hidup. Itu akan membantu meningkatkan minat baca masyarakat,” ujarnya.
Selain penguatan di desa, Dispusarda Parimo juga menyiapkan sistem digitalisasi kunjungan perpustakaan untuk memantau aktivitas literasi masyarakat secara lebih terukur.
“Dengan sistem digital, kita bisa membaca kenaikan jumlah pengunjung dari hari ke hari atau minggu ke minggu. Data pengunjung juga bisa dilihat berdasarkan usia dan partisipasi kegiatan literasi,” jelasnya.
Dispusarda Parimo pun berencana memperbanyak kegiatan literasi yang melibatkan pelajar dan komunitas, guna mendorong keterlibatan generasi muda dalam aktivitas membaca dan belajar di perpustakaan.
Syamsu menambahkan, gedung perpustakaan daerah yang representatif diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang nyaman, sekaligus destinasi wisata literasi bagi masyarakat.
“Di belakang perpustakaan ada kawasan hutan kota yang potensinya bisa dimanfaatkan untuk mendukung suasana belajar yang lebih menarik,” katanya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Dispusarda menargetkan Kabupaten Parimo mampu menembus tiga besar indeks literasi di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah pada 2026.
“Kita akan memperkuat kolaborasi dengan Perpustakaan Provinsi, pegiat literasi, termasuk jurnalis. Kalau semua pihak terlibat, saya yakin target tiga besar bisa kita capai,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar