the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

BMKG Catat 19 Bencana Hidrometeorologi Terjadi di Parimo Sepanjang 2026

the OPINIbythe OPINI
23 Juli 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
23 Juli 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
BMKG Catat 19 Bencana Hidrometeorologi Terjadi di Parimo Sepanjang 2026

FGD mitigasi bencana hidrometeorologi, gempa bumi, dan potensi likuifaksi yang digelar BPBD Parimo, Rabu, 22 Juli 2026. (Foto: IST)

Baca Juga

Polda Sulteng Sita 382 Gram Sabu dan Amankan 65 Orang dalam Operasi Narkoba

Polres Parimo Amankan 3.072 Liter BBM Bersubsidi, Dua Sopir Diperiksa

Basarnas Palu Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla Lewat Simulasi di Sigi

PARIMO, theopini.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 19 kejadian bencana hidrometeorologi terjadi di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Data tersebut, mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) mitigasi bencana hidrometeorologi, gempa bumi, dan potensi likuifaksi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo, Rabu, 22 Juli 2026.

“Berdasarkan hasil analisis BMKG yang telah diverifikasi bersama data BPBD, sejak Januari hingga Juli 2026 tercatat sekitar 19 kejadian bencana hidrometeorologi di Kabupaten Parigi Moutong. Kejadian tersebut didominasi banjir, angin kencang, tanah longsor, dan gelombang tinggi,” ungkap Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Moh. Fathan.

Menurutnya, tingginya risiko bencana tidak hanya dipengaruhi oleh curah hujan, tetapi juga tingkat kerentanan wilayah dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.

Ia mencontohkan Desa Torue yang mengalami dua kali banjir dalam satu bulan meskipun curah hujan hanya sekitar 70 milimeter.

Kondisi tersebut, menunjukkan tingginya tingkat kerentanan kawasan sehingga diperlukan penguatan sistem peringatan dini, penyediaan sarana pendukung, serta peningkatan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Fathan juga mengungkapkan hingga saat ini, Kabupaten Parimo belum memiliki stasiun meteorologi sendiri, sehingga pemantauan cuaca masih mengandalkan Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al-Jufri Palu.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, mengatakan FGD tersebut menjadi langkah penting memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman bencana di daerah.

“FGD ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman seluruh pemangku kepentingan terhadap berbagai ancaman bencana sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam upaya mitigasi dan penanganannya,” ujarnya.

Rivai menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir Kabupaten Parimo menghadapi berbagai bencana, mulai dari banjir akibat cuaca ekstrem di Kecamatan Bolano dan Bolano Lambunu, banjir yang melanda 13 desa di lima kecamatan, hingga gempa bumi yang dirasakan di sejumlah wilayah.

Menurutnya, banjir mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas umum, termasuk jembatan di Kecamatan Parigi Barat, merendam lahan pertanian di Desa Dolago Padang, Masari, dan Lebagu, serta berdampak pada wilayah Purwosari, Tolai Barat, Tolai Timur, dan Desa Tolai.

Selain itu, BPBD juga menangani dampak banjir di Desa Laemanta Utara, Kecamatan Kasimbar, yang menyebabkan sekitar 70 kepala keluarga kesulitan memperoleh air bersih akibat rusaknya jaringan PAMSIMAS. Bersama PMI Parimo, BPBD menyalurkan bantuan air bersih, sekaligus memperbaiki jaringan pipa yang rusak.

Dalam FGD tersebut, narasumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr. Supartoyo, S.T., M.T., mengungkapkan Kabupaten Parimo memiliki sejarah gempa bumi besar pada 1910 dan 1938 serta pernah mengalami likuifaksi saat gempa Magnitudo 5,8 pada 1995.

Berdasarkan data PVMBG, wilayah Sausu, Mekarsari, Baliara, Tolai, dan Torue menjadi kawasan yang perlu diprioritaskan dalam pemetaan Risiko, karena memiliki potensi terdampak likuifaksi.

FGD yang menghadirkan BMKG, Global Atmosphere Watch (GAW) Lore Lindu Bariri Palu, dan PVMBG tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi mitigasi bencana yang lebih efektif sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengurangan risiko bencana di Kabupaten Parimo.

Baca berita lainnya di Google News

Laporan: Israwati

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #BMKG#BPBDParimo#parigimoutong#Sulteng
Previous Post

Pemda Parimo Ikuti Konsultasi Daring Pariwara Antikorupsi KPK

Next Post

Pemkot Palu Tegaskan Komitmen Penuhi Hak Anak Binaan LPKA

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Polres Parimo Amankan 3.072 Liter BBM Bersubsidi, Dua Sopir Diperiksa

Polres Parimo Amankan 3.072 Liter BBM Bersubsidi, Dua Sopir Diperiksa

23 Oktober 2026
Dekranasda Parimo Studi Tiru ke Badung Bali, Pelajari Strategi Pemasaran Produk Kerajinan

Dekranasda Parimo Studi Tiru ke Badung Bali, Pelajari Strategi Pemasaran Produk Kerajinan

23 Oktober 2026
Parimo Registrasikan Sembilan Posyandu, Bidik Jadi Percontohan Enam SPM

Parimo Registrasikan Sembilan Posyandu, Bidik Jadi Percontohan Enam SPM

22 Oktober 2026
RSIA Defina Parimo Minta Distribusi Solar Prioritaskan Fasilitas Kesehatan

RSIA Defina Parimo Minta Distribusi Solar Prioritaskan Fasilitas Kesehatan

22 Oktober 2026
Jarak Sekolah Jadi Kendala, Parimo Siapkan Rumah Singgah bagi Anak di Wilayah Terpencil

Jarak Sekolah Jadi Kendala, Parimo Siapkan Rumah Singgah bagi Anak di Wilayah Terpencil

21 Oktober 2026
Antrean BBM di SPBU Kampal Membludak, Satgas Parimo Evaluasi Distribusi

Antrean BBM di SPBU Kampal Membludak, Satgas Parimo Evaluasi Distribusi

21 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Polda Sulteng Sita 382 Gram Sabu dan Amankan 65 Orang dalam Operasi Narkoba

Polda Sulteng Sita 382 Gram Sabu dan Amankan 65 Orang dalam Operasi Narkoba

23 Oktober 2026
Polres Parimo Amankan 3.072 Liter BBM Bersubsidi, Dua Sopir Diperiksa

Polres Parimo Amankan 3.072 Liter BBM Bersubsidi, Dua Sopir Diperiksa

23 Oktober 2026
Basarnas Palu Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla Lewat Simulasi di Sigi

Basarnas Palu Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla Lewat Simulasi di Sigi

23 Oktober 2026
Dekranasda Parimo Studi Tiru ke Badung Bali, Pelajari Strategi Pemasaran Produk Kerajinan

Dekranasda Parimo Studi Tiru ke Badung Bali, Pelajari Strategi Pemasaran Produk Kerajinan

23 Oktober 2026
Anwar Hafid Targetkan BOS Daerah Jangkau Madrasah Mulai 2027

Anwar Hafid Targetkan BOS Daerah Jangkau Madrasah Mulai 2027

22 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 6 km BaratLaut LEBONG-BENGKULU

22 Oktober 2026
Munafri Juara Lomba Masak Nasi Goreng Antar Kepala Daerah se-Sulsel

Munafri Juara Lomba Masak Nasi Goreng Antar Kepala Daerah se-Sulsel

18 Oktober 2026
Penemuan Kasus TB Parimo Baru 58 Persen, Penanganan Diminta Libatkan Lintas Sektor

Penemuan Kasus TB Parimo Baru 58 Persen, Penanganan Diminta Libatkan Lintas Sektor

22 Oktober 2026
Gerakan Pangan Murah di Banggai Sasar Stabilitas Harga Pangan

Gerakan Pangan Murah di Banggai Sasar Stabilitas Harga Pangan

22 Oktober 2026
Pemda Parimo Perkuat Sinergi Empat OPD Tekan Kematian Ibu dan Anak

Pemda Parimo Perkuat Sinergi Empat OPD Tekan Kematian Ibu dan Anak

19 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d