DPRD Parimo Soroti Asal Durian di Packing House, Dorong Peningkatan PAD

PARIMO, theopini.idAnggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Arnol Aholai, menyoroti perkembangan industri packing house komoditas durian di daerah tersebut.

Ia mengingatkan pemerintah daerah, agar tidak euforia dengan capaian ekspor durian tanpa memastikan asal buah yang dipasarkan benar-benar berasal dari petani lokal.

“Yang harus kita pastikan di sini, apakah semua durian di packing house itu murni hasil petani lokal kita,” ujar Arnol dalam rapat paripurna DPRD Parimo dengan agenda penyampaian laporan hasil Panitia Kerja (Panja) terkait perkembangan industri packing house durian di daerah itu, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurutnya, data mengenai asal buah durian sangat penting karena akan berkaitan langsung dengan upaya DPRD, dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor komoditas durian, yang menjadi salah satu potensi unggulan Parimo.

Ia menilai, jika dalam praktiknya banyak durian yang berasal dari luar daerah, maka pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk meningkatkan produksi lokal, salah satunya melalui penyediaan lahan tanam.

“Ini harus segera diproyeksikan agar peningkatan ekspor durian dari daerah kita juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Politisi Partai Perindo itu menegaskan, pada dasarnya DPRD mendukung keberlanjutan investasi serta aktivitas ekspor durian di Kabupaten Parimo.

Namun demikian, pemerintah daerah juga perlu memastikan adanya kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

Arnol mendorong pemerintah untuk segera merumuskan solusi serta regulasi, terkait potensi retribusi yang bisa diperoleh daerah dari aktivitas packing house.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah baru memperoleh pemasukan dari pajak bangunan packing house, sementara aktivitas ekonominya belum memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD.

“Kondisi ini jangan sampai hanya menjadikan Kabupaten Parimo sebagai lokasi pembangunan packing house bagi investor, tanpa memberi dampak nyata bagi daerah,” ujarnya.

Arnol berharap hal tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, agar pertumbuhan ekonomi dari sektor durian dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pendapatan daerah.

Selain itu, ia juga menyatakan persetujuannya terhadap laporan Panja DPRD Parimo terkait penguatan aturan dan regulasi perizinan packing house di daerah, termasuk pemberhentian aktivitas bagi perusahaan yang melanggar ketentuan.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar