PALU, theopini.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah mematangkan pelaksanaan program “Gubernur Menyapa” yang akan dirangkaikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan digelar serentak di 12 kabupaten/kota.
Kegiatan tersebut, akan dilaksanakan usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sulawesi Tengah, Senin, 13 April 2026.
Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido menegaskan, seluruh persiapan harus dilakukan secara matang mengingat kegiatan ini melibatkan sektor pendidikan dan kesehatan di berbagai daerah.
“Kita targetkan sebelum pukul 12.00 WITA seluruh rangkaian sudah selesai. Jadi teman-teman di kabupaten/kota harus benar-benar siap, baik dari sekolah maupun puskesmas yang ditunjuk,” kata Reny saat memimpin rapat persiapan di Palu, Kamis, 9 April 2026.
Program ini, akan dilaksanakan secara daring dari sejumlah titik sekolah di masing-masing daerah, di antaranya SMA 1 Sigi, SMA 1 Sindue di Kabupaten Donggala, SMA 1 Parigi, SMK 1 Toli-Toli, SMK 1 Biau di Buol, serta SMA 1 Luwuk di Kabupaten Banggai.
Selain itu, kegiatan juga dipusatkan di SMK 1 Tinakung, Banggai Kepulauan, SMA 1 Banggai, Banggai Laut, SMA 1 Petasia, Morowali Utara, SMA 1 Bungku, Morowali, SMAN 3 Poso dan SMA GKST 2 Tentena, serta SMAS 1 Ampana Kota di Kabupaten Tojo Una-Una.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, puskesmas di daerah diminta memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sekaligus melaporkan capaian pelayanan kesehatan sejak Januari hingga hari pelaksanaan.
Reny juga menekankan, pentingnya penginputan data pelayanan kesehatan secara lengkap ke dalam aplikasi sebagai bentuk akuntabilitas serta bahan evaluasi program.
Program CKG sendiri, merupakan bagian dari “Gebyar Berani Cek Kesehatan Gratis Terpadu” yang bertujuan mendorong deteksi dini penyakit di masyarakat serta mendukung kebijakan kesehatan nasional.
Meski masih terdapat keterbatasan, seperti ketersediaan reagen dari pemerintah pusat, ia meminta jajaran tenaga kesehatan tetap menjalankan pelayanan sesuai kemampuan yang ada.
“Yang bisa dilakukan di puskesmas, segera lakukan. Sambil kita terus dorong percepatan distribusi dari pusat,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza mengatakan, sekolah-sekolah yang telah ditunjuk akan menjadi pusat kegiatan dan melibatkan siswa dalam sesi interaksi virtual bersama Gubernur.
“Kami sudah menyiapkan sekolah-sekolah sebagai pusat kegiatan di masing-masing kabupaten. Tinggal koordinasi teknis dengan pihak sekolah dan dinas terkait,” jelasnya.
Rapat persiapan ini, juga diikuti Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Syahriar, M.Kes., serta jajaran tenaga pendidikan dan kesehatan se-Sulawesi Tengah melalui pertemuan daring.
Program tersebut, diharapkan dapat mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat upaya pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar