PALU, theopini.id — Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido menekankan, pentingnya data akurat dan kerja sama lintas sektor dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di daerah.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan data yang akurat dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi hingga masyarakat,” ujar Reny, saat menghadiri peluncuran Sistem Informasi BERANI Depak Stunting di Gedung Pogombo, Kamis, 9 April 2026.
Ia mengapresiasi inovasi yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Sistem Informasi BERANI Depak Stunting.
“Platform ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mempercepat penanganan stunting melalui sistem pelaporan dan pengawasan berbasis data,” katanya.
Sistem informasi tersebut, juga melibatkan perguruan tinggi, salah satunya Universitas Tadulako, dalam mendukung pemutakhiran data dan edukasi masyarakat.
“Melalui program KKN Tematik Stunting, mahasiswa dilibatkan langsung dalam pengumpulan serta verifikasi data di lapangan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting,” jelasnya.
Menurutnya, model kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan data yang akurat dengan intervensi langsung di tingkat desa dan kelurahan.
“Mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang membantu identifikasi faktor risiko, memverifikasi data keluarga sasaran, hingga menyampaikan edukasi kepada masyarakat,” tambah Reny.
Ia berharap inovasi tersebut, dapat berkontribusi terhadap percepatan penurunan angka stunting di Sulawesi Tengah hingga mencapai target 19 persen pada tahun ini.
“Terima kasih kepada jajaran P2KB dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam inisiatif BERANI Depak Stunting,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar