SDM Minim, DLH Parimo Prioritaskan Penanganan Pohon Berisiko

PARIMO, theopini.id Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tetap melakukan penertiban pohon rawan tumbang meski dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana.

“Untuk tindak lanjutnya, saat ini kami sudah mulai bergerak dan melakukan penindakan, terutama pada pohon-pohon yang sudah kering,” ujar Sekretaris DLH Parimo, Tri Nugraha, saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Parimo, Kamis, 16 April 2026.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan di lapangan, pihaknya harus menentukan skala prioritas terhadap pohon-pohon yang akan ditangani.

Hal ini, dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat risiko, terutama pada jalur yang aktif dilalui masyarakat.

BACA JUGA:  DPRD Parimo Kritik Ketidaktegasan Pemda Tangani Tambang Emas Ilegal

Selain itu, DLH Parimo juga menerima banyak laporan dari warga terkait kondisi pohon di berbagai wilayah, sehingga penanganan harus dilakukan secara bertahap.

“Laporan sudah banyak kami tampung untuk segera ditindaklanjuti. Namun tentu harus kami pilih mana yang menjadi prioritas utama,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, keterbatasan SDM dan sarana prasarana menjadi tantangan tersendiri, mengingat jumlah pohon yang harus ditangani mencapai ribuan, terutama di wilayah ibu kota kabupaten.

Dalam pelaksanaannya, petugas juga kerap menghadapi kendala teknis, seperti risiko jaringan listrik. Untuk itu, DLH Parimo harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak PLN terkait pemadaman arus listrik sebelum dilakukan penebangan atau pemangkasan.

BACA JUGA:  Polres Parimo Sita 506,73 Gram Sabu dan Amankan 79 Tersangka Sepanjang 2025

“Ini juga menjadi kendala, karena di sisi lain pemadaman listrik tentu berdampak pada pelayanan PLN kepada masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan akan tetap menjalankan arahan Bupati Parimo secara maksimal, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Upaya penertiban ini juga dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah jatuhnya korban akibat pohon tumbang di wilayah Parimo.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar