Gubernur Anwar Minta Warga Awasi Proyek Infrastruktur Rp604,8 Miliar di Sulteng

SIGI, theopini.idGubernur H Anwar Hafid mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan dan rekonstruksi jalan serta jembatan senilai Rp604,8 miliar, yang mulai dikerjakan tahun ini di berbagai wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menurutnya, keterlibatan publik diperlukan untuk memastikan pembangunan yang menggunakan uang rakyat berjalan sesuai spesifikasi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kalau ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, volumenya kurang, campurannya tidak bagus, laporkan. Itu uang rakyat, sehingga rakyat juga berhak mengawasi,” tegas Anwar Hafid saat pelaksanaan groundbreaking Program Berani Lancar di Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Minggu, 7 Juni 2026.

Program Berani Lancar mencakup 24 paket pekerjaan jalan dan jembatan yang tersebar di Kabupaten Sigi, Tolitoli, Morowali Utara, Poso, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Parigi Moutong, Morowali, Tojo Una-Una, dan Donggala.

“Ini bukan soal popularitas, bukan mencari simpati, dan bukan untuk dipuji. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat. Uang rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang nyata,” kata Anwar.

Ia menegaskan, seluruh proyek akan mendapat pendampingan dan pengawasan dari aparat pengawas serta aparat penegak hukum untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pelaksanaannya.

Menurut Anwar, pemerintah memiliki kewajiban menjelaskan kepada masyarakat bagaimana anggaran daerah digunakan sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

Pembangunan infrastruktur tersebut, dilaksanakan di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami penyesuaian. Anwar menyebut APBD Provinsi Sulawesi Tengah yang sebelumnya sekitar Rp5,7 triliun kini menjadi sekitar Rp4,3 triliun.

Meski demikian, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran bagi program-program yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Kami kurangi perjalanan dinas, kami kurangi berbagai pengeluaran operasional. Tapi pembangunan untuk rakyat tidak boleh berhenti. Jalan harus tetap dibangun, masyarakat harus tetap dilayani,” ujarnya.

Paket pekerjaan yang mulai dikerjakan meliputi sejumlah ruas strategis, antara lain Palu–Kulawi di Kabupaten Sigi, Simpang Lampasio–Muliasari di Kabupaten Tolitoli, Pape–Tomata dan Beteleme–Nuha di Morowali Utara, Tonusu–Meko dan Meko–Pendolo di Kabupaten Poso, hingga sejumlah ruas di Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Buol.

Anwar menilai pembangunan jalan dan jembatan merupakan tanggung jawab pemerintah untuk memastikan seluruh wilayah memiliki akses yang layak dan aman.

Infrastruktur yang baik, kata dia, berperan penting dalam memperlancar distribusi barang, mendukung akses pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

“Kalau ada jalan provinsi yang rusak, itu tanggung jawab gubernur. Karena itu saya tidak mau di akhir masa jabatan nanti masih ada jalan provinsi yang berlubang dan tidak layak digunakan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Jalan yang baik bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperlancar distribusi hasil produksi, dan mempercepat kemajuan daerah. Masyarakat Sigi tentu merasakan langsung manfaat dari pembangunan ini,” ujar Rizal.

Melalui Program Berani Lancar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan peningkatan kemantapan jalan provinsi, penurunan biaya logistik antarwilayah, percepatan distribusi komoditas unggulan, pembukaan akses kawasan terpencil, serta penguatan konektivitas sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar