Gorontalo Siapkan Hilirisasi Kelapa, Kementan Salurkan 737 Ribu Bibit Unggul

GORONTALO, theopini.id Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo bersama Kementerian Pertanian (Kementan) mulai memperkuat pengembangan komoditas kelapa, melalui program hilirisasi yang ditopang bantuan 737 ribu bibit kelapa unggul untuk lahan seluas 10 ribu hektar.

Program tersebut, diharapkan menjadi fondasi pengembangan industri pengolahan kelapa di Gorontalo dalam beberapa tahun ke depan.

“Sekian ribu bibit ini akan digunakan untuk pengembangan tanaman kelapa dengan konsep hilirisasi. Jadi kelapa ditanam dengan bibitnya yang bagus, kemudian kita olah secara industrialisasi. Ditargetkan tiga atau empat tahun ke depan, Gorontalo akan memiliki pabrik pengolahan produk yang bahan bakunya adalah kelapa,” kata Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat meninjau pembibitan kelapa di Desa Dunggala, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Kamis, 11 Juni 2026.

Menurutnya, pengembangan industri kelapa tidak hanya difokuskan pada produksi minyak kelapa, tetapi juga berbagai produk turunan lain yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Karena itu, ketersediaan bibit unggul menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan pasokan bahan baku bagi industri di masa mendatang.

“Tidak hanya minyak kelapa, tetapi semua produk yang berasal dari buah kelapa,” ujarnya.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry menjelaskan, bibit yang disiapkan di Desa Dunggala mencapai 473 ribu batang dan diperuntukkan bagi lahan seluas 4.300 hektar. Penyaluran bantuan kepada petani telah dimulai secara bertahap.

“Sudah ada 44 ribu bibit kelapa yang disalurkan. Penyaluran bibit kelapa ini akan dilakukan dalam tiga tahap, jadi ini sedang berproses,” jelas Fadjry.

Ia menilai, kualitas pembibitan yang dikembangkan di Desa Dunggala cukup baik dan diharapkan dapat terus dipertahankan hingga seluruh proses penyaluran selesai.

Program tersebut, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa berbasis varietas unggul lokal Gorontalo.

“Secara keseluruhan bagus dan tolong dipertahankan, mudah-mudahan saat PENAS XVII bapak Menteri Pertanian bisa melihat seperti apa perkembangan bibit kelapa yang ada di sini,” pungkasnya.

Melalui program ini, Pemprov Gorontalo berharap komoditas kelapa tidak hanya menjadi sumber produksi primer, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya industri hilir yang menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar