PALU, theopini.id – Delapan calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) asal Sulawesi Tengah, dinyatakan lolos seleksi tingkat Panitia Daerah (Panda), dan akan melanjutkan persaingan pada tahapan seleksi Panitia Pusat (Panpus) Mabes Polri di Semarang.
Kepastian itu, diputuskan dalam Sidang Akhir Panda yang dipimpin Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Nasri, di Aula Rupatama Polda Sulawesi Tengah, Jum’at, 26 Juni 2026.
“Jangan merasa senang dulu karena kalian masih akan bersaing dengan calon taruna dan taruni Akpol dari seluruh Indonesia. Persiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi tahapan seleksi berikutnya,” pesan Kapolda Nasri kepada para peserta yang dinyatakan lulus.
Sebanyak delapan peserta yang terdiri atas tujuh pria dan satu Wanita, berhasil melewati seluruh tahapan seleksi di tingkat daerah.
Mereka dijadwalkan berangkat menuju Akademi Kepolisian di Semarang pada 3 Juli 2026 untuk mengikuti seleksi tingkat pusat bersama peserta terbaik dari seluruh Indonesia.
Kapolda Nasri mengingatkan, keberhasilan lolos di tingkat daerah bukan akhir dari perjuangan. Menurutnya, para peserta harus memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan kesiapan menghadapi seleksi berikutnya.
“Teruslah belajar, jaga kesehatan, dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Semoga dapat bersaing dengan baik serta membawa nama baik putra-putri daerah Sulawesi Tengah di tingkat pusat,” ujarnya.
Sidang akhir turut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polda Sulawesi Tengah serta unsur pengawas internal dan eksternal, di antaranya perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Tengah, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, dan Front Pemuda Kaili Provinsi Sulawesi Tengah.
Kehadiran unsur pengawas tersebut, bertujuan memastikan seluruh proses penerimaan calon taruna dan taruni Akpol berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, dan bersih.
Selain para peserta, sidang juga dihadiri orang tua maupun wali sebagai bentuk keterbukaan dalam proses penentuan hasil seleksi tingkat daerah sebelum memasuki tahapan seleksi nasional.
Baca berita lainnya di Google News














