PALU, theopini.id – Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid mengajak masyarakat menjadikan gerakan menanam pohon sebagai budaya, dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, partisipasi masyarakat melalui aksi sederhana menanam pohon akan memberikan dampak besar terhadap kelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.
“Kalau setengah saja dari jumlah penduduk menanam satu pohon, Sulawesi Tengah akan tetap hijau dan lestari,” kata Anwar Hafid saat menutup rangkaian Environmental Fest 2026, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Halaman Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Minggu, 28 Juni 2026.
Ia mengatakan, dengan jumlah penduduk Sulawesi Tengah sekitar 3,7 juta jiwa, gerakan menanam pohon secara massal akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Ia juga mengusulkan, agar setiap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menanam sedikitnya satu pohon.
Dengan jumlah ASN sekitar 18 ribu orang, langkah tersebut dinilai mampu menghadirkan ribuan pohon baru sebagai kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.
Selain mengajak masyarakat melakukan penghijauan, Anwar mengingatkan pentingnya menjaga pohon-pohon yang telah ditanam.
Ia mengaku, prihatin terhadap maraknya penebangan pohon penghijauan yang selama ini menjadi penyangga ekosistem dan penyerap karbon.
Menurutnya, pohon bukan sekadar penghias kawasan perkotaan, tetapi memiliki peran penting sebagai penghasil oksigen, peneduh, sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
Gubernur Anwar Hafid juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup memperkuat gerakan penghijauan, dengan menyediakan bibit pohon dalam jumlah besar serta menggandeng perusahaan untuk membangun pusat-pusat pembibitan agar masyarakat lebih mudah memperoleh bibit.
Dalam kesempatan itu, Anwar Hafid menegaskan, pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan.
Ia meminta seluruh perusahaan pertambangan menerapkan prinsip good mining practice, sehingga pemanfaatan sumber daya alam tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Yang harus kita lakukan adalah menjaga agar hutan tetap lestari, lingkungan tetap asri, sementara pemanfaatan sumber daya alam berjalan dengan tata kelola yang baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah. Menurutnya, sampah tidak lagi hanya menjadi limbah, tetapi dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola melalui proses daur ulang.
Anwar Hafid pun mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, demi mewariskan bumi yang lebih baik bagi generasi mendatang.
“Mari kita bersinergi, bekerja untuk iklim, menyelamatkan bumi, dan mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News














