PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mulai mendorong pengoperasian kembali Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, yang telah berhenti beroperasi selama kurang lebih empat tahun.
Upaya tersebut, dibahas dalam audiensi antara Bupati Parimo H. Erwin Burase dan perwakilan PT Berkah Maju Global di ruang rapatnya, Parigi, Senin, 6 Juni 2026.
“Prinsip yang kita cari adalah kesepakatan bersama, jangan sampai ada pihak yang dirugikan. Sebaiknya semua pihak mendapatkan keuntungan. Selama aset SIKIM dapat dikelola kembali, kami sangat mendukung,” kata Bupati H. Erwin Burase.
Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Irwan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Fit Dewana, Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Moko Ariyanto, serta Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dadan Priatna Jaya.
Audiensi membahas rencana kerja sama pemanfaatan sarana dan prasarana SIKIM Kelapa Terpadu yang akan dikelola bersama PT Berkah Maju Global.
Menurut Bupati Erwin, kerja sama tersebut harus memberikan manfaat bagi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, investor, maupun masyarakat.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi awal, sebagian besar peralatan di kawasan SIKIM sudah tidak tersedia dan hanya menyisakan sebagian bangunan.
Meski demikian, proses hukum yang masih berkaitan dengan aset tersebut akan tetap berjalan dan tidak menjadi bagian dalam perjanjian kerja sama yang sedang disusun.
Untuk memastikan kesiapan kawasan, Bupati Erwin meminta tim teknis segera melakukan peninjauan lapangan. Pemeriksaan meliputi kondisi bangunan, instalasi listrik, ketersediaan air bersih, drainase, sanitasi, hingga sistem pengelolaan limbah yang perlu diperbaiki atau dibangun kembali.
Selain itu, ia mengingatkan agar skema kerja sama, termasuk pembagian hasil, disusun secara proporsional dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, nilai kerja sama tidak boleh memberatkan investor, namun tetap memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, mengingat perusahaan akan menanggung biaya pembelian, perbaikan, hingga pembangunan kembali fasilitas.
“Jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi, berada di tengah-tengah dan sesuai aturan,” tegasnya.
Erwin Burase juga menekankan pentingnya dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia meminta perusahaan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal melalui koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, sekaligus menyerap hasil produksi petani kelapa sebagai bahan baku industri.
“Kita harapkan SIKIM ini tidak hanya berputar di angka keuntungan, tapi juga menyerap tenaga kerja warga dan menjadi pasar bagi petani kelapa di sekitarnya. Semua persiapan sebaiknya dipercepat agar fasilitas ini dapat segera beroperasi kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Parimo, Fit Dewana menjelaskan, mekanisme pengelolaan akan disusun bersama organisasi perangkat daerah terkait atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kerja sama tersebut, juga akan diarahkan untuk mendukung hilirisasi komoditas kelapa melalui pengembangan berbagai produk olahan.
Fit berharap pengelolaan SIKIM kali ini, dapat berjalan lebih optimal dibanding sebelumnya dan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Audiensi tersebut, diakhiri dengan kesepakatan agar tim teknis segera menyusun rancangan perjanjian kerja sama berdasarkan hasil peninjauan lapangan, sehingga proses penandatanganan dapat segera dilakukan dan SIKIM Kelapa Terpadu kembali beroperasi.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati













