the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Cold Case Parimo: Pembunuhan Sekretaris BPBD yang Tak Pernah Terpecahkan

Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
29 Juli 2026
in Headline
Reading Time: 4 mins read
Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
29 Juli 2026
in Headline
Reading Time: 4 mins read
Cold Case Parimo: Pembunuhan Sekretaris BPBD yang Tak Pernah Terpecahkan

PENEMUAN MAYAT – Tim Inafis Polres Parimo mengevakuasi jenazah Sekretaris BPBD Parimo, Nur Afia Almahdali, ke ambulans untuk dibawa ke RSUD Anuntaloko Parigi guna menjalani visum, Minggu, 2 Juli 2017. (Foto: Oppie)

Baca Juga

Bunda Literasi Tutup Festival 2026, TKM Parimo Raih Peringkat Ketiga se-Sulteng

Patroli KRYD, Polres Parimo Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Balinggi

Wagub Reny: Pemuda Harus Jadi Penjaga Persatuan dan Keberagaman

PARIMO, theopini.id – Hampir sembilan tahun sejak Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Nur Afia Almahdali (53), ditemukan tewas di rumahnya pada 2 Juli 2017, kasus tersebut belum juga terungkap.

Meski polisi telah memastikan Nur Afia Almahdali merupakan korban pembunuhan, hingga kini belum ada pelaku yang berhasil diungkap, sementara perkembangan penyelidikan tidak lagi terdengar.

Kasus yang sempat menggegerkan masyarakat Parigi itu, menjadi salah satu perkara pembunuhan yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Pergantian Kapolres, Kasat Reskrim, Kasat Intel, hingga penyidik di Polres Parimo, belum mampu mengungkap pelaku di balik kematian pejabat BPBD tersebut.

Dengan belum terungkapnya pelaku setelah hampir sembilan tahun, kasus pembunuhan Nur Afia Almahdali kini tergolong sebagai cold case, yakni perkara pidana yang belum berhasil diungkap meski telah bertahun-tahun diselidiki.

Korban Ditemukan Membusuk di Dalam Rumah

Peristiwa itu, bermula pada Minggu, 2 Juli 2017, ketika Nur Afia Almahdali ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Magau Janggo, Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi.

Korban ditemukan tergeletak di lantai kamar dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya telah membusuk dan terdapat sejumlah luka tusuk.

Saat itu, Kapolres Parimo, yang masih dijabat AKBP Sirajuddin Ramly menjelaskan, korban pertama kali ditemukan keluarganya yang datang dari Provinsi Gorontalo, setelah beberapa hari tidak berhasil menghubunginya menjelang Hari Raya Idulfitri. Telepon genggam korban juga dalam keadaan tidak aktif.

“Sebelum lebaran korban dihubungi, tapi tidak ada respons. Makanya mereka menuju ke Parigi, bermaksud mengunjungi rumah korban,” ujar Sirajuddin saat olah tempat kejadian perkara (TKP), sebagaimana dilansir Sulteng Raya, Minggu, 2 Juli 2017.

Sesampainya di rumah korban, keluarga tidak menemukan aktivitas apa pun. Namun saat memeriksa bagian samping rumah, mereka mencium bau menyengat. Keluarga kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek Parigi.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi selanjutnya melakukan pengecekan, dan menemukan jenazah korban di dalam kamar rumah dalam kondisi telah membusuk.

Dokter yang melakukan pemeriksaan awal di lokasi memperkirakan korban telah meninggal sekitar sepekan sebelum ditemukan.

“Kami sudah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari keluarga, tetangga dan kami juga akan mengembangkan lagi, apakah ada saksi yang mengetahui korban meninggal dunia,” kata Sirajuddin.

Usai olah TKP, jenazah korban dibawa ke RSUD Anuntaloko Parigi untuk menjalani visum. Pada sore harinya, pihak keluarga memakamkan korban di pemakaman umum belakang Kantor Kelurahan Masigi.

Salah seorang keluarga korban, Gafur, warga Desa Pombalowo, Kecamatan Parigi, mengaku tidak menyangka peristiwa tersebut. Beberapa hari sebelum Idulfitri, korban bahkan sempat mengunjunginya.

“Kelurgaku ini kasian. Berapa hari lagi lebaran kemarin dia datang di rumah. Makanya saya kaget dengar berita ini,” ujar Gafur di lansir dari Sulteng Raya, Minggu, 2 Juli 2017.

Visum Pastikan Korban Dibunuh

Pada awal penemuan jenazah, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Namun sehari kemudian, Senin, 3 Juli 2017, hasil visum memastikan Nur Afia Almahdali merupakan korban pembunuhan.

Kapolres Parimo AKBP Sirajuddin Ramly mengatakan, tim medis menemukan sejumlah luka akibat benda tajam pada bagian kepala, leher, dan tangan korban.

“Ada beberapa luka yang ditemukan di organ tubuh korban akibat benda tajam, makanya diindikasikan korban dibunuh,” ujar Sirajuddin, sebagaimana dilansir Sulteng Raya, Senin, 3 Juli 2017.

Penyelidikan Belum Membuahkan Hasil

Meski penyebab kematian telah dipastikan sebagai pembunuhan, polisi ketika itu belum mengetahui motif maupun pelaku.

Personel Polres Parimo kala itu, masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi serta mencari barang bukti di sekitar lokasi kejadian.

“Kami belum tahu apa motifnya. Anggota saya juga masih di lapangan mendalami keterangan saksi, dan barang bukti lainnya,” kata Sirajuddin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun saat itu, korban diduga meninggal beberapa hari menjelang Hari Raya Idulfitri 2017.

Sebelum ditemukan meninggal, Nur Afia Almahdali diketahui sempat berpamitan kepada salah seorang tetangganya, karena berencana mudik ke kampung halamannya di Provinsi Gorontalo.

Namun setelah itu, korban tidak lagi terlihat hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Minggu, 2 Juli 2017.

Hampir Sembilan Tahun Tanpa Kepastian

Hampir sembilan tahun berlalu sejak peristiwa tersebut. Selama kurun waktu itu, telah terjadi beberapa kali pergantian Kapolres, Kasat Reskrim, Kasat Intel, hingga penyidik di lingkungan Polres Parimo.

Meski demikian, kasus pembunuhan Sekretaris BPBD Parimo itu belum juga terungkap. Hingga kini belum ada pelaku yang diumumkan kepada publik, sehingga perkara tersebut masih menyisakan misteri.

Rumah yang dahulu menjadi lokasi pembunuhan di Jalan Magau Janggo, Kelurahan Masigi, kini telah dimanfaatkan sebagai panti asuhan. Namun perubahan fungsi bangunan itu, belum menghapus tanda tanya atas kematian Nur Afia Almahdali yang hingga kini belum menemukan titik terang.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan fakta dan keterangan resmi yang disampaikan penyidik pada saat penanganan perkara pada 2017. theopini.id akan memperbarui informasi, apabila terdapat perkembangan resmi dari Polres Parimo mengenai penyelidikan kasus tersebut.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #BPBDParimo#parigimoutong#PolresParimo#Sulteng
Previous Post

Cegah Kebocoran PAD Sulteng, KPK Dorong Integrasi Data Pertanahan dan Pajak

Next Post

Perkuat Deteksi Dini Konflik, Parimo Siap Bentuk FKUB hingga Tingkat Kecamatan

Novita Ramadhan

Novita Ramadhan

Related Posts

Polisi Tangkap DPO Pencurian Kabel Tower XL dan Telkomsel di Parimo

Polisi Tangkap DPO Pencurian Kabel Tower XL dan Telkomsel di Parimo

30 Oktober 2026
Erwin Burase Minta DPRD Sulteng Perjuangkan DBH Parimo Rp22,6 Miliar

Erwin Burase Minta DPRD Sulteng Perjuangkan DBH Parimo Rp22,6 Miliar

30 Oktober 2026
Bakti TNI AD Sasar 479 Titik di Sulteng, dari Jembatan hingga Rumah Layak Huni

Bakti TNI AD Sasar 479 Titik di Sulteng, dari Jembatan hingga Rumah Layak Huni

29 Oktober 2026
Pemda Parimo Hitung Kebutuhan BBM Petani dan Nelayan untuk Evaluasi Kuota

Pemda Parimo Hitung Kebutuhan BBM Petani dan Nelayan untuk Evaluasi Kuota

29 Oktober 2026
Ekspose di BKN RI, Anwar Hafid Dorong Manajemen Talenta ASN Berbasis Kinerja

Ekspose di BKN RI, Anwar Hafid Dorong Manajemen Talenta ASN Berbasis Kinerja

28 Oktober 2026
Terkendala Proses Hukum, Gedung Baru Perpustakaan Parimo Belum Diresmikan

Terkendala Proses Hukum, Gedung Baru Perpustakaan Parimo Belum Diresmikan

28 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Bunda Literasi Tutup Festival 2026, TKM Parimo Raih Peringkat Ketiga se-Sulteng

Bunda Literasi Tutup Festival 2026, TKM Parimo Raih Peringkat Ketiga se-Sulteng

30 Oktober 2026
Patroli KRYD, Polres Parimo Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Balinggi

Patroli KRYD, Polres Parimo Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Balinggi

30 Oktober 2026
Wagub Reny: Pemuda Harus Jadi Penjaga Persatuan dan Keberagaman

Wagub Reny: Pemuda Harus Jadi Penjaga Persatuan dan Keberagaman

30 Oktober 2026
Polisi Tangkap DPO Pencurian Kabel Tower XL dan Telkomsel di Parimo

Polisi Tangkap DPO Pencurian Kabel Tower XL dan Telkomsel di Parimo

30 Oktober 2026
Setelah 30 Tahun, Bupati Parimo Resmikan Gereja Jemaat Siloam Silutung

Setelah 30 Tahun, Bupati Parimo Resmikan Gereja Jemaat Siloam Silutung

30 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Gempa Bumi Terkini 5.4 M Guncang 221 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT

28 Oktober 2026
Pemda Parimo Siapkan Pembersihan Lahan Huntap Korban Banjir Sibalago

Pemda Parimo Siapkan Pembersihan Lahan Huntap Korban Banjir Sibalago

28 Oktober 2026
Empat Tersangka Kasus Narkotika di Bunta Diserahkan ke Kejaksaan

Empat Tersangka Kasus Narkotika di Bunta Diserahkan ke Kejaksaan

24 Oktober 2026
Kapolda Sulteng Minta Personel Cegah Bentrokan Susulan di Nunu-Anoa

Kapolda Sulteng Minta Personel Cegah Bentrokan Susulan Antara Pemuda Nunu-Anoa

29 Oktober 2026
Disdikbud Parimo Terapkan PJJ Dua Hari akibat Kabut Asap

Disdikbud Parimo Terapkan PJJ Dua Hari akibat Kabut Asap

29 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d