PALU, theopini.id – Kejuaraan Tenis AATC Berani Cup V Tahun 2026, menjadi salah satu tahapan penting bagi Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) untuk mengukur kemampuan, sekaligus mematangkan mental bertanding atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali.
Sebanyak 186 petenis dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah ambil bagian dalam kejuaraan yang berlangsung di Lapangan Tenis GOR KONI Sulawesi Tengah, Palu, 6–8 Agustus 2026.
“Turnamen ini, menjadi kesempatan bagi atlet kami untuk mendapatkan pengalaman bertanding, mengukur kemampuan, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang lebih besar, termasuk Porprov X Sulawesi Tengah,” ujar Sekretaris PELTI Parimo, Iswan S. Adjam, mewakili Ketua PELTI Pamo, H Hestiwati Nanga.
Dalam kejuaraan tersebut, PELTI Parimo menurunkan atlet pada sejumlah kategori, yakni Beginner Putra/Putri, Beginner Upper Putra, Intermediate Putra dan Tunggal Prestasi.
Total terdapat tujuh nomor yang diikuti kontingen Parimo, terdiri dari lima pasangan ganda putra, satu pasangan ganda putri dan satu atlet tunggal putra.
Iswan mengatakan, keikutsertaan dalam turnamen tersebut tidak semata-mata mengejar hasil pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan untuk meningkatkan kemampuan teknis, pengalaman, disiplin serta mental bertanding atlet.
“Sesuai pesan Ibu Ketua PELTI Parimo, kami diberikan kepercayaan untuk mengawal penuh seluruh atlet sejak hari pertama pelaksanaan, mulai 6 Agustus hingga berakhirnya pertandingan pada 8 Agustus 2026. Kami optimistis seluruh atlet mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Parigi Moutong,” katanya.
Menurut Iswan, pembinaan atlet membutuhkan proses yang berjenjang dan berkesinambungan. Karena itu, PELTI Parimo terus mendorong atlet, khususnya kelompok usia muda, untuk mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari proses pembentukan pengalaman bertanding.
“PELTI Parimo terus berkomitmen membangun sistem pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan. Semangat kebersamaan, disiplin, dan kerja keras menjadi nilai yang terus kami tanamkan agar lahir atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Ia menilai, keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari kemampuan organisasi menciptakan regenerasi atlet yang mampu melanjutkan tradisi prestasi.
Sementara itu, Ketua Panitia AATC Berani Cup V 2026, AKBP Ridwan, mengatakan kejuaraan tersebut memang diarahkan sebagai wadah pembinaan sekaligus seleksi bibit atlet tenis Sulawesi Tengah.
“Turnamen ini bertujuan membina dan menyeleksi atlet muda sebagai kader atlet masa depan untuk menghadapi event POPDA, PORPROV hingga kejuaraan tingkat nasional,” ujarnya.
Bagi PELTI Parimo, hasil dari kejuaraan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana perkembangan atlet, sekaligus menentukan aspek yang masih perlu diperkuat dalam proses pembinaan menuju Porprov X Sulawesi Tengah.
Dengan mengikuti kompetisi secara rutin, PELTI Parimo berharap atlet memiliki pengalaman yang cukup, baik dari sisi teknik maupun mental, sebelum menghadapi persaingan di ajang Porprov X di Kabupaten Morowali.
Pembinaan yang konsisten dan kesempatan bertanding yang berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan atlet tenis Parimo yang kompetitif sekaligus memperkuat posisi daerah dalam peta olahraga tenis Sulawesi Tengah.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati













