PALU, theopini.id – Digitalisasi Pasar Tavanjuka Kota Palu dan Pelabuhan Pagimana Kabupaten Banggai, resmi diluncurkan Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah daerah, sebagai langkah memperkuat efisiensi transaksi, distribusi barang, dan inklusi keuangan di Sulawesi Tengah.
Peluncuran digitalisasi kedua pusat aktivitas ekonomi tersebut, dilakukan di atrium Palu Grand Mall, Jum’at, 14 Agustus 2026 dan dihadiri Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin serta Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tengah Irfan Sukarna.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tengah Irfan Sukarna mengatakan, digitalisasi pasar dan pelabuhan memiliki keterkaitan karena keduanya merupakan bagian penting dalam aktivitas perdagangan dan distribusi barang.
“Hari ini kami melaksanakan launching digitalisasi Pelabuhan Pagimana PT ASDP Kabupaten Banggai, kemudian launching digitalisasi Pasar Tavanjuka Kota Palu,” ujar Irfan.
Menurutnya, pelabuhan berperan sebagai salah satu simpul distribusi barang, sedangkan pasar menjadi pusat transaksi masyarakat.
Karena itu, digitalisasi pada kedua sektor tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat konektivitas aktivitas distribusi dengan transaksi ekonomi.
Irfan menegaskan, transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan sistem pembayaran. Kelancaran transaksi harus berjalan beriringan dengan ketersediaan barang dan distribusi yang lancar agar aktivitas ekonomi dapat berjalan optimal.
“Kelancaran transaksi dan perdagangan harus didukung oleh ketersediaan pasokan yang memadai. Karena itu, digitalisasi perlu berjalan beriringan dengan penguatan sisi penawaran dan permintaan, khususnya dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga,” jelasnya.
Ia menjelaskan, sistem pembayaran merupakan salah satu instrumen penting dalam menggerakkan perekonomian.
Sistem pembayaran yang mudah, murah, aman dan andal akan mempercepat perputaran transaksi sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Fungsi pembayaran itu sendiri adalah mengalirkan dana untuk menggerakkan ekonomi. Semakin lancar sistem pembayaran, semakin mudah, murah, aman, dan andal, maka transaksi keuangan di daerah juga akan semakin cepat sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh berbagai segmen masyarakat,” tuturnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin turut menyerahkan hadiah kepada sejumlah pemenang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 yang digelar Bank Indonesia.
Penyerahan penghargaan menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi, sekaligus memanfaatkan QRIS dalam aktivitas transaksi sehari-hari.
Pemanfaatan QRIS diharapkan semakin meluas, terutama pada pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat seperti pasar dan kawasan perdagangan.
Peluncuran digitalisasi Pasar Tavanjuka dan Pelabuhan Pagimana merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong percepatan transformasi digital ekonomi di Sulawesi Tengah.
Digitalisasi tersebut, diharapkan dapat menghadirkan transaksi yang lebih cepat dan efisien, memperluas inklusi keuangan, memperkuat distribusi barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Moh Abdillah Novandi











