GORONTALO, theopini.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mengarahkan Perubahan APBD 2026 untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat persiapan sejumlah proyek strategis yang akan berlanjut hingga 2027.
Usulan Ranperda Perubahan APBD 2026 tersebut, diserahkan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail kepada Ketua DPRD Gorontalo Tomas Mopili dalam Rapat Paripurna, Rabu, 12 Agustus 2026.
“Perubahan APBD ini kita lakukan untuk merespons dinamika di tingkat masyarakat. Salah satunya melalui optimalisasi program kegiatan agar anggaran yang ada benar-benar memberikan manfaat,” kata Gusnar dalam sambutannya.
Ia mengatakan, salah satu bentuk optimalisasi diarahkan pada sektor peternakan melalui program inseminasi buatan.
Kebijakan tersebut, menjadi alternatif untuk meningkatkan populasi sapi di tengah tingginya harga ternak dan keterbatasan anggaran pemerintah untuk memenuhi aspirasi masyarakat terkait bantuan ternak.
“Karena harga sapi mahal dan anggaran pemerintah terbatas, maka pemerintah mengambil langkah untuk melakukan inseminasi buatan untuk menambah populasi sapi. Ini namanya optimalisasi,” ujarnya.
Selain peternakan, pemerintah provinsi juga menyiapkan dukungan terhadap sektor pertanian, khususnya melalui pengadaan alat pengering jagung (dryer).
Gusnar menilai, keberadaan dryer penting untuk membantu petani memastikan hasil panen jagung memiliki tingkat kekeringan yang sesuai sebelum dijual.
Dengan kualitas yang lebih baik, jagung diharapkan dapat memiliki nilai jual lebih tinggi di tingkat petani.
Di sektor infrastruktur, Perubahan APBD 2026 juga diarahkan untuk mendukung pembangunan strategis yang sedang berjalan maupun yang diproyeksikan berlanjut pada 2027.
Beberapa di antaranya pembangunan apron Bandara Djalaluddin Tantu, kelanjutan pembangunan Bendungan Bulango Ulu serta pengembangan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, Bendungan Bulango Ulu ditargetkan selesai dan mulai digenangi air tahun ini. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi sumber air baku baru yang dapat melayani kebutuhan masyarakat di tiga daerah.
“Untuk menggenangi Bulango Ulu itu membutuhkan dua kali musim hujan. Itu berarti kita mempunyai potensi air minum. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kementerian PU berencana untuk membangun SPAM Regional, yang diminta ke kita untuk menyiapkan lahan. Ini yang perlu kita siapkan,” jelasnya.
Sementara itu, program Sekolah Rakyat yang merupakan program pemerintah pusat juga direncanakan bertambah satu unit di Kabupaten Bone Bolango.
Pemprov Gorontalo telah menawarkan lahan seluas tiga hektare dari kebutuhan tujuh hektare untuk pembangunan sekolah yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
Pemenuhan kebutuhan lahan tersebut, menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam perubahan anggaran.
Di tengah pembahasan sejumlah program strategis tersebut, Gusnar juga menyebut tingginya aspirasi masyarakat terkait perbaikan infrastruktur jalan.
“Di tengah kita membahas ini, aspirasi masyarakat untuk perbaikan jalan sangat tinggi. Maka izinkan kami mengajukan pemeliharaan jalan,” tambahnya.
Usulan Perubahan APBD 2026 tersebut, mendapat respons positif dari DPRD Gorontalo. Delapan fraksi menyatakan menerima usulan pemerintah untuk dibahas lebih lanjut.
Meski demikian, masing-masing fraksi memberikan sejumlah catatan yang diharapkan menjadi perhatian Pemprov Gorontalo dalam pembahasan hingga penetapan Perubahan APBD 2026.
Pemprov Gorontalo selanjutnya akan menindaklanjuti proses pembahasan bersama DPRD, dengan mengacu pada berbagai masukan fraksi serta kebutuhan pembangunan daerah.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin















