PARIMO, theopini.id – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah tidak hanya diwarnai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat melalui lomba domino.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo itu, berlangsung di Ruang Indoor Kantor Bupati, Sabtu malam, 15 Agustus 2026.
“Lomba ini diselenggarakan atas arahan Bapak Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase. Lomba domino dipilih karena merupakan sarana yang tepat untuk menyatukan unsur pemerintah daerah dengan masyarakat. Kami berharap peringatan HUT kali ini benar-benar melibatkan partisipasi luas masyarakat di seluruh wilayah,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Aktorismo Kay.
Lomba domino tersebut, mempertemukan berbagai unsur, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mewakili Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, anggota DPRD, TNI, Polri hingga masyarakat umum.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari keikutsertaan peserta yang datang dari berbagai kecamatan. Bahkan, sejumlah peserta berasal dari wilayah yang cukup jauh seperti Tomini, Sausu dan Palasa.
Kegiatan dibagi dalam dua kategori, yakni Kategori Umum dan Kategori Antar Instansi. Kategori Antar Instansi diikuti unsur KPU, Bawaslu, seluruh OPD, anggota DPRD, serta perwakilan TNI dan Polres Parimo.
Secara keseluruhan, tercatat 128 grup mengikuti pertandingan tersebut. Masing-masing 64 grup untuk kategori OPD dan 64 grup kategori Umum. Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp10 juta.
Lomba dijadwalkan berlangsung selama tiga malam, mulai 15 hingga 17 Agustus 2026.
Sebelum pertandingan dimulai, panitia menyampaikan tata tertib dan aturan permainan yang harus dipatuhi seluruh peserta. Sistem pertandingan menggunakan sistem gugur dengan sistem tangkap kiri.
Adapun perolehan poin dalam pertandingan terdiri atas menang biasa satu poin, menang cekih habis dua poin, menang kandang tiga poin, menang palang empat poin dan menang tangkap kandang lima poin.
Sementara peserta yang salah turun kartu dikenakan denda satu poin, sedangkan peserta yang melepaskan diri dari pertandingan dikenakan denda empat poin. Peserta yang lebih dulu mencapai 15 poin dinyatakan sebagai pemenang.
Aktorismo Kay berharap, seluruh peserta dapat menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung hingga malam penutupan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan lomba masih terdapat kekurangan, sekaligus mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum mempererat persaudaraan dalam suasana peringatan kemerdekaan.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati











