PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mulai memetakan kembali potensi pendapatan daerah, sebagai bagian dari upaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Evaluasi dilakukan dengan menelaah capaian target, realisasi penerimaan, hingga berbagai kendala yang dihadapi organisasi perangkat daerah (OPD), dalam mengoptimalkan pajak dan retribusi daerah.
“OPD harus selalu melakukan koordinasi dengan Bapenda apabila terdapat kendala-kendala,” tegas Asisten I Setda Parimo, Adrudin Nur, saat memimpin Rapat Evaluasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Auditorium Lantai II Kantor Bupati Parimo, Rabu, 19 Agustus 2026.
Rapat yang diselenggarakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) itu, turut dihadiri Anggota DPRD Ni Wayan Leli Pariani, Kepala Bapenda Moh Yasir, serta seluruh OPD di lingkungan Pemda Parimo.
Dalam evaluasi tersebut, masing-masing OPD diminta menyampaikan perkembangan target dan realisasi pendapatan 2026, termasuk strategi yang telah dilakukan serta kendala yang masih menghambat pencapaian target.
Pembahasan tidak hanya diarahkan pada capaian penerimaan tahun berjalan, tetapi juga menjadi bahan untuk menyusun proyeksi PAD 2027.
Pemda Parimo berupaya mengidentifikasi sektor-sektor yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan, sekaligus memperbaiki efektivitas pemungutan pajak dan retribusi.
Koordinasi antara OPD dan Bapenda Parimo menjadi salah satu poin penting dalam evaluasi tersebut. Langkah ini, dinilai diperlukan agar setiap persoalan yang berpotensi menghambat penerimaan daerah dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Pemda Parimo berharap optimalisasi PAD dapat meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Dengan penerimaan yang semakin kuat, pemerintah daerah memiliki ruang yang lebih besar untuk mendukung pembiayaan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














