PALU, theopini.id – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido mengingatkan dampak HIV-AIDS tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas masyarakat dan menambah beban keluarga serta pemerintah.
“Hal ini akan mempengaruhi produktivitas kerja yang pada akhirnya akan menjadi beban keluarga dan pemerintah,” jelas Reny dalam rapat Pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulawesi Tengah masa bakti 2025-2030, Jum’at sore, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, lebih dari 90 persen penularan HIV berkaitan dengan hubungan seksual berisiko. Kasus tersebut, juga didominasi kelompok usia produktif.
Kondisi itu, kata dia, membutuhkan penguatan upaya pencegahan dan pengendalian secara berkelanjutan. Penanganan HIV-AIDS tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan.
Reny mendorong keterlibatan pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, tokoh agama, pelajar dan mahasiswa, serta pemerhati HIV-AIDS melalui KPAP Sulawesi Tengah.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan kepedulian dan dukungan dalam pengendalian HIV-AIDS agar supaya laju epidemi ini dapat terkendali,” ajaknya.
Ia berharap, jajaran pengurus KPAP Sulawesi Tengah memperkuat komitmen dan tanggung jawab dalam menjalankan organisasi. Penguatan kelembagaan, dinilai penting agar program pengendalian HIV-AIDS berjalan lebih efektif.
Wagub Reny juga meminta, semangat Three Zeros HIV-AIDS diterjemahkan ke dalam program kerja yang berkesinambungan.
Target tersebut, mencakup meniadakan infeksi HIV baru, kematian akibat AIDS, serta diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
“Dengan komitmen serta tanggung jawab kita sekalian, maka upaya ini akan menunjukkan hasil yang positif,” pungkasnya.
Sebelum rapat dimulai, Reny yang juga menjabat Ketua Pelaksana KPAP Sulawesi Tengah terlebih dahulu mengukuhkan pengurus KPAP Sulteng masa bakti 2025-2030.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira













