the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Feiny Kairupan Dorong Rumah Aman bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
22 Agustus 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Novita RamadhanbyNovita Ramadhan
22 Agustus 2026
in Headline
Reading Time: 3 mins read
Feiny Kairupan Dorong Rumah Aman bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Anggota DPRD Parimo, Feiny Mike Kairupan. (Foto: IST)

Baca Juga

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

Sebulan Lebih Diburu, Terduga Pelaku Curanmor Diciduk di Penginapan

PARIMO, theopini.id – Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Feiny Mike Kairupan mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) segera menghadirkan rumah aman bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

Dorongan tersebut, disampaikan menyusul tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Parimo.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Parimo, hingga Agustus 2026 tercatat 65 kasus kekerasan.

“Kalau melihat data DP3AP2KB Parimo, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak setiap tahun menunjukkan tren peningkatan. Ini membuat hati saya tergelitik untuk menyuarakan persoalan ini dalam rapat resmi DPRD Parimo,” ungkap Feiny, kader PDI Perjuangan, ditemui usai sidang paripurna DPRD Parimo, Jum’at sore, 21 Agustus 2026.

Angka tersebut, hampir menyamai jumlah kasus sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 67 kasus. Dengan masih tersisa empat bulan hingga akhir 2026, Feiny mengkhawatirkan jumlah kasus dapat melampaui capaian tahun sebelumnya.

“Tahun ini masih ada empat bulan lagi. Tidak menutup kemungkinan jumlah kasus akan melebihi angka di 2025. Tapi saya berharap itu tidak terjadi,” imbuhnya.

Menurutnya, meningkatnya kasus kekerasan membutuhkan penguatan perlindungan dan penanganan korban secara menyeluruh.

Karena itu, ia meminta seluruh elemen, mulai dari DP3AP2KB Parimo, pemerhati perempuan dan anak, aparat penegak hukum, pemerintah kabupaten, kecamatan hingga pemerintah desa, memperkuat sinergi dalam melindungi kelompok rentan.

Salah satu langkah yang dinilai mendesak, adalah penyediaan rumah aman atau safe house bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

“Keberadaan rumah aman ini penting untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi korban dalam menghadapi masalah yang mereka alami,” ujarnya.

Feiny menilai, rumah aman juga dapat mendukung upaya Pemda Parimo mempertahankan dan meningkatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA).

Selain memberikan perlindungan fisik, rumah aman dinilai dapat membantu korban menghindari stigma dan tekanan psikologis dari lingkungan sekitar maupun pihak yang berkaitan dengan pelaku.

Menurutnya, kebutuhan tersebut semakin penting karena pelaku kekerasan masih banyak berasal dari lingkungan terdekat korban, seperti ayah kandung, ayah sambung, saudara, kakek, paman hingga pacar.

“Tanggung jawab melindungi kelompok rentan ini harus dilakukan bersama-sama, bukan hanya DP3AP2KB atau aparat penegak hukum saja,” tegasnya.

Dorong Penguatan Anggaran

Selain rumah aman, Feiny juga mendorong pemerintah daerah menambah dukungan anggaran bagi organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengoptimalkan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan.

Menurutnya, anggaran tersebut perlu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan korban, antara lain pendampingan hukum, pemulihan psikologis, visum tanpa biaya serta pemenuhan kebutuhan gizi bagi korban anak.

Feiny berharap perhatian pemerintah terhadap kasus kekerasan tidak berhenti pada pencatatan dan penyajian angka kasus. Ia menekankan perlunya langkah nyata untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan.

“Saya berharap perhatian pemerintah daerah terhadap kasus kekerasan anak dan perempuan tidak hanya dalam persentase angka, tetapi juga keseriusan demi mewujudkan generasi emas yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DPRDParimo#FeinyMikeKairupan#KemenPPPA#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Atasi Ketimpangan Nakes, Parimo Usulkan Rumah Dinas dan Sistem Rolling

Next Post

Faisan Soroti GOR Tombolotutu Terbengkalai, Aset Rusak dan Hilang Dinilai Hambat Potensi PAD

Novita Ramadhan

Novita Ramadhan

Related Posts

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

7 Oktober 2026
Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

Satgas BBM Parimo Mulai Telusuri Distribusi Solar Bersubsidi

7 Oktober 2026
Bupati Parimo Panen Perdana Program Cetak Sawah di Toriapes Kasimbar

Bupati Parimo Panen Perdana Program Cetak Sawah di Toriapes Kasimbar

6 Oktober 2026
Pelantikan Hasil Selter JPT Parimo Ditunda, Bupati Erwin Tunggu Putusan PTUN

Pelantikan Hasil Selter JPT Parimo Ditunda, Bupati Erwin Tunggu Putusan PTUN

6 Oktober 2026
Kabut Asap Selimuti Parimo, BPBD Tunggu Penjelasan Resmi BMKG

Kabut Asap Selimuti Parimo, BPBD Tunggu Penjelasan Resmi BMKG

5 Oktober 2026
Dari 1.240 ke 2.500 Hektare: Menelusuri Perluasan Kawasan Industri NEPIE di Siniu

Dari 1.240 ke 2.500 Hektare: Menelusuri Perluasan Kawasan Industri NEPIE di Siniu

5 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

Anggaran Terbatas, Perbaikan Jalan Rambutan Gorontalo Dilakukan Bertahap

7 Oktober 2026
Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

Munafri Usul Rasio Rumah dan Sekolah Disesuaikan dalam Pengembangan Hunian Makassar

7 Oktober 2026
Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

Dua Tahun Tinggal di Huntara, Bupati Parimo Tinjau Korban Banjir Sibalago

7 Oktober 2026
Rp250 Juta per Bulan untuk Sampah, DLH Gorontalo Dorong Pengurangan dari Rumah

Rp250 Juta per Bulan untuk Sampah, DLH Gorontalo Dorong Pengurangan dari Rumah

7 Oktober 2026
Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

Banjir Berulang di Toribulu, Pemda Parimo Fokus Benahi Aliran Sungai

7 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Kemarau Panjang, Pemprov Gorontalo Salurkan 153 Alsintan untuk Petani

Kemarau Panjang, Pemprov Gorontalo Salurkan 153 Alsintan untuk Petani

3 Oktober 2026
Nelayan Dilaporakan Hilang, Tim SAR Sisir Perairan Kebetan Tolitoli

Nelayan Dilaporakan Hilang, Tim SAR Sisir Perairan Kebetan Tolitoli

5 Oktober 2026

Gempa Bumi Terkini 6.1 M Guncang 14 km BaratDaya KODI-SUMBABARATDAYA-NTT

4 Oktober 2026
Wagub Sulteng Pastikan Anggaran Kebudayaan Tetap Diperhatikan di Tengah Efisiensi

Wagub Sulteng Pastikan Anggaran Kebudayaan Tetap Diperhatikan di Tengah Efisiensi

5 Oktober 2026
Bapemperda DPRD Parimo Sebut Pembahasan Revisi RTRW Masih Panjang

Bapemperda DPRD Parimo Sebut Pembahasan Revisi RTRW Masih Panjang

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d