BANGGAI, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai, Sulawesi Tengah menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dan penguatan kemitraan, dalam memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu berkembang dan memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat.
“Kunci keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan hanya terletak pada modal atau fasilitas yang diberikan, tetapi terutama pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Banggai, H Furqanuddin Masulili dalam Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pengurus dan Penguatan Jejaring Kemitraan KDKMP se-Kabupaten Banggai di Luwuk, Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya, Kabupaten Banggai memiliki potensi ekonomi yang besar melalui sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, UMKM, perdagangan dan pariwisata, termasuk berbagai potensi sumber daya lokal lainnya.
Potensi tersebut, kata dia, harus dikelola menjadi kekuatan ekonomi bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Karena itu, pengurus KDKMP dituntut memiliki kemampuan manajerial dan memahami prinsip-prinsip perkoperasian.
Selain itu, pengurus harus mampu menyusun perencanaan usaha, mengelola keuangan secara transparan, memahami pemasaran, memanfaatkan teknologi digital serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan.
“Pengurus koperasi harus memiliki kemampuan manajerial, memahami prinsip-prinsip perkoperasian, mampu membuat perencanaan usaha, mengelola keuangan secara transparan, memahami pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital, serta membangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan,” tegasnya.
Wabup Furqanuddin juga mendorong KDKMP memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan dan lembaga pembiayaan, BUMN, BUMD, perguruan tinggi hingga pelaku UMKM dan kelompok usaha masyarakat.
Menurutnya, kemitraan tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung.
“Kita harus membangun sebuah ekosistem ekonomi yang saling terhubung. Produk masyarakat harus memiliki akses pasar, pelaku usaha harus memiliki akses pembiayaan, petani dan nelayan harus mendapatkan akses terhadap sarana produksi dan teknologi, dan koperasi harus menjadi salah satu simpul yang menghubungkan seluruh kepentingan tersebut,” tuturnya.
Ia juga meminta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banggai, tidak berhenti pada pembentukan dan pembinaan administratif KDKMP.
Pendampingan, monitoring, evaluasi dan penguatan kapasitas pengurus, kata dia, harus dilakukan secara berkelanjutan agar koperasi mampu menjalankan kegiatan usaha secara profesional.
Diketahui, sosialisasi tersebut diikuti 90 pengurus KDKMP dari seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Banggai.
Materi sosialisasi dan diskusi disampaikan oleh Asisten Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi RI serta KPP Pratama Luwuk.
Melalui kegiatan tersebut, Pemda Banggai berharap kapasitas dan kinerja KDKMP semakin kuat sehingga mampu mengelola potensi ekonomi lokal secara produktif, mandiri dan berdaya saing serta memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














