JAKARTA, theopini.id – Bunda GenRe Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mendorong penguatan pembinaan remaja melalui Program Generasi Berencana (GenRe) sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita ingin memastikan para remaja di Parimo dapat mengambil bagian aktif dalam gerakan perubahan positif. Generasi muda harus dibekali karakter yang kuat, literasi digital, serta pemahaman untuk menghindari berbagai risiko yang dapat menghambat masa depan mereka,” ujar Bunda GenRe Parimo, Hj. Hestiwati Nanga, saat menghadiri penutupan Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas GenRe Nasional (ADUJAKNAS) 2026 di Jakarta Timur, Selasa, 22 September 2026.
Menurutnya, pembinaan remaja perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan menyentuh berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Di antaranya pencegahan perkawinan anak, kesehatan mental, literasi digital, hingga penguatan jiwa kepemimpinan.
“Dengan membentengi mereka dari risiko pernikahan dini dan membekali kemampuan literasi digital serta karakter yang kuat, kita sedang menyiapkan SDM unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.
Ia mengatakan, keterlibatan Kabupaten Parimo dalam forum nasional tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang bagi remaja agar dapat belajar, berkolaborasi, sekaligus mengembangkan kreativitas dan kepemimpinan.
ADUJAKNAS 2026 mengusung tema “Gen Z Impact: Gerak Nyata untuk Indonesia” dan menjadi wadah bagi remaja dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkumpul, berdiskusi, berkolaborasi, serta menampilkan inovasi dan praktik baik dalam penguatan pembangunan keluarga dan ketahanan remaja.
Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Forum GenRe Indonesia tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Jakarta Timur, pada 21–22 September 2026.
Pelaksanaan ADUJAKNAS 2026 mengacu pada Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 200/KEP/F2/2026.
Hestiwati berharap pengalaman, pengetahuan, serta inovasi yang diperoleh melalui forum nasional tersebut, dapat diterapkan dan ditularkan kepada remaja di berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Parimo.
Dengan demikian, pembinaan GenRe di daerah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi gerakan yang mendorong remaja Parimo menjadi generasi yang tangguh, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati















