PARIMO, theopini.id – Kualitas udara di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, diprediksi berada pada kategori sedang berdasarkan pemantauan dan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga 13 Oktober 2026.
Meski belum masuk kategori tidak sehat, pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi perubahan konsentrasi polutan akibat dinamika atmosfer.
“Pola angin timuran masih berlangsung. Karena itu, pemantauan arah dan kecepatan angin perlu diintegrasikan dengan data kualitas udara untuk mengevaluasi kemungkinan perpindahan polutan dan perubahan konsentrasinya,” demikian rekomendasi BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri dalam informasi prediksi kualitas udara tertanggal 12 Oktober 2026.
Berdasarkan informasi tersebut, konsentrasi partikel halus PM2.5 di Kabupaten Parimo diprediksi masih berada pada kategori sedang. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Kabupaten Sigi, Tolitoli, Poso, dan Buol.
Namun, kategori sedang tidak berarti pemantauan dapat diabaikan. Perubahan arah dan kecepatan angin berpotensi memengaruhi perpindahan polutan, sehingga perkembangan kualitas udara perlu terus diperhatikan.
BMKG juga meminta pemerintah daerah di Sulawesi Tengah memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan konsentrasi polutan.
Dalam rekomendasi yang sama, Kabupaten Morowali menjadi wilayah prioritas karena konsentrasi PM2.5 diprediksi meningkat hingga kategori tidak sehat.
Adapun Kabupaten Morowali Utara perlu mendapat perhatian karena konsentrasi PM2.5, karbon monoksida (CO), dan nitrogen dioksida (NO2) relatif lebih tinggi dibandingkan sebagian wilayah lainnya.
Data prediksi tersebut, berlaku hingga 13 Oktober 2026, pukul 23.59 WITA dan akan diperbarui pada waktu yang sama untuk tiga hari berikutnya.
Dengan demikian, kondisi kualitas udara di Kabupaten Parimo masih perlu dipantau secara berkala, terutama untuk mengantisipasi perubahan konsentrasi polutan selama pola angin timuran berlangsung.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Ferdy Ariyanto















