PARIMO, theopini.id – PT Berkah Maju Global (BMG) menargetkan revitalisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mulai dilaksanakan pada Januari 2027.
Revitalisasi tersebut, akan dilakukan secara bertahap, termasuk pemulihan infrastruktur penunjang dan pengembangan industri pengolahan kelapa untuk meningkatkan nilai tambah produk.
“Rencana revitalisasi SIKIM Kelapa Terpadu ini mungkin akan kami laksanakan pada Januari 2027. Sambil berjalan, kami juga akan melakukan pembelian kelapa sesuai kontrak secara bertahap dengan para petani,” kata Direktur PT BMG, Kartino Pitojo, saat ditemui di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Selasa, 27 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pengembangan SIKIM Kelapa Terpadu diarahkan untuk mendorong hilirisasi produk kelapa.
Namun, jenis produk yang akan dikembangkan tetap mempertimbangkan permintaan pasar agar hasil produksi dapat terserap.
Untuk itu, PT BMG mengundang Roemah Kelapa Indonesia yang memiliki jaringan pasar internasional guna memperoleh gambaran mengenai kebutuhan dan peluang pemasaran produk olahan kelapa.
Menurutnya, PT BMG juga berencana membangun pabrik crude coconut oil (CNO) secara bertahap. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku serta kapasitas produksi yang memungkinkan secara bisnis.
Kartino mengatakan, penentuan kapasitas produksi perlu mempertimbangkan jumlah pasokan kelapa yang dapat diperoleh perusahaan.
Selain itu, harga pembelian harus memiliki acuan yang jelas agar transaksi dengan petani dapat berjalan sesuai mekanisme jual beli.
Ia mencontohkan, apabila pasokan kelapa yang tersedia berada pada kisaran 35 ribu hingga 70 ribu unit, perusahaan perlu memastikan kapasitas mesin yang dipasang sesuai dengan ketersediaan bahan baku dan kebutuhan produksi.
“Kalau misalnya kita mendapatkan 50 ribu, itu sudah konstan. Kita bisa memasang mesin dengan kapasitas 35 ribu, baru kemudian dilakukan penjualan,” ujarnya.
Selain pembangunan fasilitas pengolahan, revitalisasi SIKIM Kelapa Terpadu juga mencakup pemulihan sarana pendukung, terutama jaringan listrik dan ketersediaan air.
Pembenahan tersebut akan dilakukan secara menyeluruh, tetapi tetap melalui tahapan sesuai kebutuhan dan kemampuan pelaksanaan.
Dari sisi produk, Kartino menyebut produk turunan kelapa, termasuk kelompok medium-chain triglycerides (MCT) dan asam lemak C8-C10, memiliki potensi untuk dikembangkan.
Meski demikian, pengembangan industri tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada nilai tambah dan peluang ekspor.
PT BMG juga berencana membangun kemitraan dengan masyarakat lokal melalui kegiatan pengolahan kelapa. Salah satu peluang yang disebutkan, ialah penggunaan mesin pengupas kelapa sederhana yang memungkinkan masyarakat terlibat dalam rantai produksi.
Kartino menegaskan, perusahaan berkomitmen melibatkan tenaga kerja lokal sedikitnya 60 persen, dengan harapan persentasenya dapat meningkat hingga 90 persen.
“Seperti yang saya sampaikan kepada Pak Bupati, kalau tenaga kerja lokal mampu dan bisa mengambil pekerjaan yang selama ini dilakukan dari daerah lain jauh lebih bagus, karena biayanya (dari luar) akan lebih mahal,” kata dia.
Ia menambahkan, pengelolaan SIKIM tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar keuntungan perusahaan. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan memberikan kontribusi bagi daerah.
Kartino menilai, apabila hanya berorientasi pada keuntungan, perusahaan dapat memilih menyewa lahan seluas lima hektare di wilayah Parimo untuk menjalankan usaha. Namun, melalui pengelolaan SIKIM, perusahaan ingin turut memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Terkait ketersediaan bahan baku, ia menyebut pasokan kelapa pada dasarnya berpotensi mendukung kegiatan industri.
Meski demikian, perusahaan perlu memperhatikan kondisi petani yang telah terikat kontrak dengan pihak lain serta persoalan utang yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam rantai perdagangan kelapa.
PT BMG berharap revitalisasi SIKIM Kelapa Terpadu dapat memberikan keuntungan bagi seluruh pihak, mulai dari petani, masyarakat lokal, perusahaan, hingga pemerintah daerah.
“Prediksi kami, dengan keuntungan yang tidak terlalu besar pun, perusahaan sudah bisa merasa senang. Semoga kolaborasi ini memberikan manfaat besar bagi Kabupaten Parigi Moutong,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News














