PARIMO, theopini.id – Festival Budaya Gampiri 2026 resmi digelar selama dua hari, 2–3 November 2026 di Alun-alun Kantor Bupati, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengan.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) itu, menjadi wadah pelestarian tradisi sekaligus pengembangan bakat seni generasi muda di Kabupaten Parimo.
“Untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal serta membina bakat seni generasi muda secara berkelanjutan, kami menyelenggarakan Festival Budaya Gampiri sebagai wadah ekspresi budaya masyarakat dalam memperkuat identitas daerah serta mempromosikan potensi seni budaya lokal,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo, Sunarti, saat menyampaikan laporan panitia pada pembukaan Festival Gampiri, Senin malam, 2 November 2026.
Ia menjelaskan, Kabupaten Parimo memiliki kekayaan adat, kebudayaan, dan kesenian tradisional yang beragam. Potensi tersebut, perlu terus dilestarikan agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Festival tahun ini, mengusung tema “Merajut Tradisi, dari Lumbung Budaya untuk Generasi”. Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelaku adat, tokoh masyarakat, komunitas, generasi muda, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pihak-pihak terkait lainnya.
Selain pertunjukan budaya, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Gelar Karya GSMS yang melibatkan 10 sekolah jenjang SD dan SMP. Sebanyak 220 siswa berpartisipasi dalam program pembinaan apresiasi seni tersebut.
“Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah merupakan program pembinaan apresiasi seni yang melibatkan para seniman profesional untuk mentransfer ilmu dan mendidik siswa di sekolah-sekolah,” ujar Sunarti.
Menurutnya, program tersebut penting karena sekolah masih memiliki keterbatasan tenaga pendidik yang berlatar belakang pendidikan seni.
Melalui GSMS, siswa mendapat kesempatan belajar dan mengembangkan kemampuan seni dengan pendampingan seniman profesional.
Gelar Karya GSMS tahun ini melibatkan 10 seniman dan asisten seniman lokal terpilih. Program tersebut, juga disebut terintegrasi dengan upaya percepatan peningkatan literasi dan numerasi serta program sister school.
Sunarti menambahkan, Festival Gampiri merupakan salah satu program unggulan Bidang Kebudayaan Disdikbud Parimo yang telah menjadi agenda rutin daerah setiap tahun.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi pertunjukan seni tradisional dan kreasi, lomba olahraga tradisional Sopu atau sumpit dan Tilako atau egrang, lomba foto cagar budaya daerah, serta lomba sajian makanan tradisional Kaili.
Selain itu, kegiatan juga mencakup penguatan kapasitas guru muatan lokal bahasa daerah sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pengenalan bahasa dan budaya lokal di lingkungan pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pihak dapat terus bekerja sama dalam membangun budaya dan menjaga napas tradisi hingga saat ini,” tuturnya.
Sunarti juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Parimo atas arahan dan dukungannya, serta panitia pelaksana, para seniman pembina, kepala sekolah, guru, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Gampiri 2026.
“Pelaksanaan kegiatan ini, dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Parimo Tahun Anggaran 2026, melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disdikbud,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News















