PARIMO, theopini.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di dua lokasi berbeda di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengan.
Dua desa tersebut, yakni Desa Olonggata terjadi Rabu, 4 November 2026, dan Desa Sojoli pada Kamis, 5 November 2026.
“Kedua kejadian tersebut, berdampak pada kawasan perkebunan dan tanaman produktif milik masyarakat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, dalam keterangan tertulisnya, Jum’at, 6 November 2026.
Ia mengatakan, kebakaran di Desa Olonggata diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan salah seorang warga.
Api membakar sejumlah tanaman perkebunan masyarakat, meliputi cengkeh, kelapa, kakao, pisang, jambu mete, dan rambutan.
Berdasarkan perkiraan sementara, luas lahan yang terbakar mencapai puluhan hektare. Hingga pemantauan BPBD Parimo pada pukul 23.00 WITA, api masih menyala dengan titik-titik kebakaran yang tersebar di sejumlah lokasi.
“Upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lainnya,” kata dia.
Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD Parimo berkoordinasi dengan unsur terkait serta aparat kecamatan dan desa.
Ia menambahkan, Pemadaman melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, TNI, Polri, BPBPK, Damkar dan Satpol PP, PMI, aparat desa, serta masyarakat setempat guna mencegah api meluas ke area lainnya.
Sementara itu, karhutla di Desa Sojoli terjadi sekitar pukul 11.48 WITA yang menghanguskan area perkebunan kelapa dengan luas diperkirakan mencapai kurang lebih 2 hektare.
“Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum kami diketahui,” imbuhnya.
Penanganan kebakaran di Desa Sojoli berhasil dilakukan hingga tahap pendinginan oleh TNI – Yon TP 918/MM. Berdasarkan laporan terakhir, kondisi di lokasi telah aman dan tidak ditemukan lagi titik api yang masih menyala.
BPBD Parimo mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
“Kami juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Fikri Balla













