5 Truck Tanki Beroperasi Penuhi Kebutuhan Air Bersih Korban Banjir Torue

PARIMO, theopini.id – Sebanyak lima unit truck tanki telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih korban terdampak bencana banjir di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Agustus 2022.

“Dinas Pekerjaan Umum, Pernataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) siapkan satu dua unit truck tanki, Palang Merah Indonesia (PMI) satu tanki, serta dua truck tanki berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang setiap hari beroperasi di lokasi banjir,” ungkap Kepala Markas PMI, Srikandi Puja Passau, di Torue, Kabupaten Parimo, Selasa, 2 Agustus 2022.

Baca Juga : Gerindra Siapkan Sarana Air Bersih di Lokasi Banjir Torue

Menurutnya, lima truck tanki telah dimaksimalkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi korban. Namun, tetap saja mengalami kekurangan karena petuntukannya tidak sesuai.

Para korban terdampak banjir, kata dia, tidak hanya menggunakan air bersih yang didistribusikan untuk masak, mandi, dan cuci pakaian.

“Air yang kami distrubisikan juga digunakan untuk membersihkan rumah. Makanya kebutuhan dasar masih sangat kekurangan,” tambahnya.

Namun, pihaknya tetap saja memaksimalkan truck tanki untuk memenuhi kebutuhan air korban banjir, setiap hari ke seluruh dusun di Desa Torue.

Meskipun jarak tempuh pengambilan air bersih terbilang jauh, hingga ke Desa Bonebula, hingga Desa Parigimpu’u Kecamatan Parigi Barat.

“Kalau Dinas PUPRP itu, truck tankinya mengisi air di Desa Parigimpu’u, jadi jaraknya sangat jauh. Truck tanki PMI dua hari ini berdasarkan survei kami yang layak di Desa Bonebula,” jelasnya.

Dia menuturkan, agar penggunaan pelayanan air bersih sesuai dengan peruntukannya, pihaknya mulai memprioritaskan pengisian air di seluruh tandon yang ada di setiap dusun.

Baca Juga : Tangani Banjir Torue, Menteri PUPR Target Bangun Intake, dan Pasang Geobox Bendungan

Hanya saja, memang jumlah tandon di masing-masing dusun tidak merata. Sebab, bantuan tandon tidak hanya berasal dari PMI atau pemerintah daerah setempat.

“Kami sebenarnya sangat terbantu dengan lembaga atau organisasi tertentu yang membantu ketersediaan air bersih dengan menyiapkan bantuan tandon. Sayangnya, saat memberikan bantuan mereka tidak berkoordinasi terlebih dahulu, jadi tumpang tindih,” pungkasnya.

Komentar