PARIMO, theopini.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Sulawesi Tengah, belum juga menemukan korban banjir yang hanyut terseret banjir di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, hingga di hari ke enam pencarian.
Rencananya, Basarnas akan memperpanjang waktu pencarian menjadi 10 hari. Sebab, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP), pencarian ke empat korban banjir telah memasuki hari ke tujuh pada Rabu, 3 Agustus 2022.
Baca Juga : Pencarian Korban Banjir di Torue Belum Membuahkan Hasil
“Pemerintah Daerah (Pemda) setempat telah menyampaikan pemintaan penambahan waktu tiga hari, menjadi tujuh hari. Kami telah menyampaikan, dan telah mendapat persetujuan dari pimpinannya Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Andrias Hendrik Johannes,” ungkap Kepala Seksi Operasi Basarnas Palu, Andi Sultan, saat dihubungi, Selasa, 2 Agustus 2022,
Hanya saja, kata dia, penambahan masa waktu pencarian ke empat korban banjir di Desa Torue itu, harus diperkuat dengan adanya Surat Keputusan (SK) dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.
“Secara lisan, permintaan penambahan masa waktu pencarian hingga 10 hari sudah disetujui pimpinan kami. Tapi harus disertai dengan persetujuan secara tertulis lagi. Kami masih menunggu, kemungkinan besok sudah ada,” ujarnya.
Terkait pencarian di hari ke enam, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran melalui laut, hingga memasuki kawasan perairan Kecamatan Parigi.
Sedangkan penyisiran laut di bagian selatan, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian hingga memasuki perairan Kecamatan Sausu.
Bahkan, pencarian di sekitar muara dan puing-puing rumah korban, telah dilakukan. Namun, belum juga membuahkan hasil.
Menurutnya, pencarian di hari ke tujuh besok tetap dilakukan disekitar kawasan yang sudah disisir sebelumnya.
Sebab, berdasarkan pengamatan terhadap situasi arus air laut, diperkirakan korban masih berada di sekitar kawasan tersebut.
Hal yang menjadi kekhawatirannya, para korban tertimbun lumpur atau puing-puing tembok bangunan rumah yang roboh ke laut.
Secara logika, tim SAR gabungan telah melakukan pembongkaran terhadap puing-puing tembok rumah yang roboh, dan akan tercium bau menyengat jika di sekitar lokasi tersebut terdapat jenazah para korban.
Bahkan, pencarian yang dilakukan dengan penyisiran sepanjang pesisir pantai juga telah dilakukan tim SAR gabungan. Tapi belum membuahkan hasil.
“Yang kami khawatirkan itu, para korban tertimbun lumpur dibawa air. Jika tertimbun lumpur, jenazah korban sulit diketahui,” katanya.
Baca Juga : Tercatat Sebanyak 472 KK Terdampak Banjir di Torue
Khusus personel, kata dia, tetap dengan jumlah seperti sebelumnya yang juga melibatkan nelayan setempat.
“Korban ada empat orang, tetapi dari ke empatnya belum ada kami temukan tanda-tanda keberadaannya. Semoga di pencarian besok akan membuahkan hasil,” tandasnya.













