PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, telah menyusun skema stategi mengantisipasi dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan menekan inflasi daerah.
“Kabupaten Parimo tidak akan terlalu berdampak, karena kita bisa antisipasi secara teknis. Melalui Focus Group Discution (FGD) ini Pemda bersama unsur Forkopimda mencari solusi, agar tidak terjadi gejolak di masyarakat,” ungkap Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai, di kegiatan FGD pengamanan kebijakan pemerintah, Kamis, 8 September 2022.
Menurut dia, Pemda akan melakukan upaya pemulihan ekonomi, ketahanan pangan, dan pengalokasian Bantuan Sosial (Bansos).
Baca Juga : Pasca Kenaikan BBM, 30.355 KPM di Parimo Akan Terima Bansos
Bansos itu, kata dia, akan disalurkan dengan berbagai produk kebijakan, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan bagi pelaku UMKM, serta masyarakat miskin. Sehingga, dapat menekan tingkat inflasi di masyarakat.
Kemudian, Badrun juga mendorong masyarakat untuk segera melaporkan ulah oknum yang mengambil keuntungan saat kebijakan kenaikan BBM ini diberlakukan, khususnya di SPBU.
“Semua pihak harus berperan aktif. Laporkan segera jika ada oknum mencari keuntungan sendiri dengan menimbum BBM bersubsidi,” tegasnya.
Bahkan, Pemda telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) dikoordinator oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Parimo, Ir. Lewis, untuk menerima laporan masyarakat yang menemukan kejanggalan dalam pendistribusian BBM di SPBU.
“Satgas ini akan bekerja efektif dalam menerima keluhan-keluhan dari masyarakat, dan menindaklanjutinya di lapangan dengan mengandeng unsur TNI dan Polri,” tukasnya.










