the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Nasional

Mewakili Fenomena, Vaksin Ditetapkan Sebagai KTI 2021

the OPINIbythe OPINI
28 Desember 2021
in Nasional, Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
28 Desember 2021
in Nasional, Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
Waspada Lonjakan Covid-19 Varian Arcturus

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Baca Juga

Gubernur Sulteng Dorong Konsolidasi Daerah untuk Kesiapan Lore Lindu sebagai Warisan Dunia

Bahasa Indonesia Pemersatu Bangsa, Revitalisasi Bahasa Daerah Jadi Agenda Penting

Tingkatkan Kreativitas Anak, Disdikbud Parimo Gelar Berbagai Lomba

Theopini.id – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), menetapkan vaksin sebagai Kata Tahun Ini (KTI), dalam KBBI karena dapat mewakili fenomena yang paling mendominasi sepanjang 2021.

“Sejalan dengan gencarnya pemerintah melakukan vaksinasi, banyak masyarakat menggunakan kata ini dalam kesehariannya. Fenomena ini membuat kata vaksin sering digunakan sepanjang tahun,” ucap Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz melansir laman Kemendikbud Ristek, Selasa 28 Desember 2021.

KTI adalah kata/istilah tidak hanya berupa kata tunggal, tetapi dapat juga berupa frasa atau istilah untuk konsep tertentu.

Di antara kata/istilah yang diusulkan menjadi KTI seperti infodemik, krisis iklim/darurat iklim, krofel, lokapasar, dan presidensi.

Kata vaksin ditetapkan sebagai KTI 2021 berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu popularitas dan penggunaan kata vaksin di berbagai kalangan, dibuktikan dengan data dari Google Trends, serta keluasan distribusinya.

Plt. Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa, Dora Amalia menjelaskan, Google Trends digunakan sebagai pembanding untuk memperlihatkan kata populer dalam satu tahun terakhir.

Kata vaksin dibincangkan di 34 provinsi di Indonesia dengan tren kenaikan pada bulan Juli.Kemudian melandai saat memasuki bulan November dan naik kembali di awal bulan Desember semenjak dibukanya vaksinasi untuk anak-anak.

Topik yang berkaitan dengan pencarian kata vaksin di mesin pencari Google pada tahun ini adalah PeduliLindungi, sertifikat vaksin, lokasi vaksin terdekat, efek vaksin, dan jenis-jenis vaksin.

“Untuk menentukan KTI, dilihat pula ketersebaran sepanjang tahun yang merata juga menjadi kriteria pemilihan kata vaksin. Jumlahnya jutaan dan frekuensi penggunaan ini dinamis, saat kami menentukan, jumlahnya di atas 10 juta pencarian,” jelas Dora.

Pembahasan kata vaksin di bidang bahasa ada pada penggunaan imbuhan divaksin yang menyertai kata ini dalam slogan “Saya sudah divaksin”.

Masih banyak penutur bahasa Indonesia yang salah menuliskan kata divaksin menjadi di vaksin.Terlepas dari masalah itu, slogan “Saya sudah divaksin” menjadi kampanye positif di masa pandemi dan membuat kata vaksin semakin populer.

“Kami ikut bersama-sama dengan Satgas Covid-19 jika ada bahasa baru dalam istilah asing, ada pokja tersendiri yang mengurus pengistilahannya ke Bahasa Indonesia. Misalnya, untuk physical distancing menjadi jaga jarak,” ungkap dia.

Sementara untuk larangan mudik, Kemendikbud Ristekterjemahkan ke dalam 89 bahasa daerah. Untuk buku tentang panduan di masa pandemi diterjemahkan ke dalam 107 bahasa daerah, kampanye 3M dalam bentuk 94 video berbahasa daerah.

Dilihat dari segi popularitas, penggunaan, dan distribusinya di seluruh provinsi di Indonesia, kata vaksin merupakan kata yang tepat untuk dijadikan Kata Tahun Ini di tahun 2021.

Melalui KTI 2021 ini, Badan Bahasa juga turut mendukung upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“KTI dikembangkan selama tiga tahun terakhir, tujuan Badan Bahasa mengangkat KTI untuk mengkaji kata yang populer baik kata baru maupun lama yang muncul ke permukaaan yang banyak digunakan masyarakat pengguna bahasa sebagai wujud ungkapan yang menggambarkan fenomena pada tahun itu,” tukas dia.

Vaksin bukanlah kata baru. Di KBBI vaksin sudah muncul sejak edisi pertama. Kata ini kembali ramai dibicarakan di berbagai media sejak pandemi Covid-19 melanda.

Popularitas kata vaksin pada tahun 2021 sangat tinggi karena sejak awal tahun pemerintah berupaya melakukan vaksinasi untuk menanggulangi Covid-19 dan melindungi masyarakat.

Upaya ini menimbulkan pro dan kontra, baik dari segi kehalalan, keamanan, dan keefektifannya. Sebelumnya, Badan Bahasa juga menetapkan milenial sebagai KTI di 2019 dan pandemi di 2020.***

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #badanbahasa#KBBI#Kemendikbudristek#KTI#vaksin
ShareSendTweet
Previous Post

16 Juta Warga Miskin di Parimo Teregistrasi PBI BPJS

Next Post

Lonjakan Harga Pangan, Ketua DPR : Perlu Penyelesaian Komprehensif

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Wabup Parimo Soroti Kenyamanan Sekolah, Minta Kepsek dan Guru Perkuat Komunikasi

Wabup Parimo Soroti Kenyamanan Sekolah, Minta Kepsek dan Guru Perkuat Komunikasi

18 September 2026
Buka DAD dan BA, PWM Sulteng Dorong Rekayasa Sosial dan Pendirian Unismuh Parigi

Buka DAD dan BA, PWM Sulteng Dorong Rekayasa Sosial dan Pendirian Unismuh Parigi

17 September 2026
Bunda Literasi Dorong Perpustakaan Parimo Jadi Ruang Publik yang Menarik

Bunda Literasi Dorong Perpustakaan Parimo Jadi Ruang Publik yang Menarik

17 September 2026
Mendes PDT Dorong KNMP Jadi Sumber Pendapatan Asli Desa

Mendes PDT Dorong KNMP Jadi Sumber Pendapatan Asli Desa

15 September 2026
IPUS Sulteng Diluncurkan, Wagub Reny Dorong Masyarakat Manfaatkan Perpustakaan Digital

IPUS Sulteng Diluncurkan, Wagub Reny Dorong Masyarakat Manfaatkan Perpustakaan Digital

15 September 2026
Dua Hari Pascakebakaran, KBM SMA 1 Pamona Selatan Kembali Normal

Dua Hari Pascakebakaran, KBM SMA 1 Pamona Selatan Kembali Normal

15 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Dari Normalisasi Sungai hingga Tanam Pohon, Langkah Pemulihan Lingkungan di Kayuboko

Dari Normalisasi Sungai hingga Tanam Pohon, Langkah Pemulihan Lingkungan di Kayuboko

19 September 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 198 km BaratDaya BAYAH-BANTEN

18 September 2026
Polsek Nuhon Ungkap Dugaan Pencurian Sapi, Terduga Pelaku Ditahan

Polsek Nuhon Ungkap Dugaan Pencurian Sapi, Terduga Pelaku Ditahan

18 September 2026
Program Seragam Sekolah Gratis Diminta Menyasar Madrasah

Program Seragam Sekolah Gratis Diminta Menyasar Madrasah

18 September 2026
Bupati Parimo Minta Kegiatan Keagamaan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Bupati Parimo Minta Kegiatan Keagamaan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

18 September 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Hadapi Potensi Bencana, Basarnas Palu dan Pemda Tolitoli Perkuat Kesiapsiagaan

Hadapi Potensi Bencana, Basarnas Palu dan Pemda Tolitoli Perkuat Kesiapsiagaan

18 September 2026
Gubernur Sulteng Tegaskan Air untuk Industri Tak Boleh Ganggu Masyarakat

Gubernur Sulteng Tegaskan Air untuk Industri Tak Boleh Ganggu Masyarakat

14 September 2026
36 Tim Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-25 Partai Demokrat di Parimo

36 Tim Ramaikan Gerak Jalan HUT ke-25 Partai Demokrat di Parimo

13 September 2026
Munafri Ajak Warga Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW

Munafri Ajak Warga Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW

13 September 2026
Perumda Segera Dibentuk, Pemda Parimo Bahas Proses Seleksi

Perumda Segera Dibentuk, Pemda Parimo Bahas Proses Seleksi

16 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d