POSO, theopini.id – Aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 1 Pamona Selatan, Pendolo, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah kembali berjalan normal hanya dua hari setelah kebakaran melanda sekolah tersebut.
Enam ruangan yang masih dapat digunakan sementara, dialihfungsikan menjadi ruang kelas untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung.
“Atas instruksi Bapak Gubernur, kami turun dan mengecek langsung lokasi memastikan proses belajar mengajar bisa segera terfungsikan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, H. Firmanza saat meninjau SMA Negeri 1 Pamona Selatan, Selasa, 15 September 2026.
Enam ruangan yang dialihfungsikan sementara, terdiri atas Laboratorium Biologi untuk kelas X A, ruang PMR untuk kelas X B, ruang Pramuka untuk kelas X C, perpustakaan untuk kelas X D, ruang Seni untuk kelas XI A, serta Laboratorium Fisika untuk kelas XI B.
“Pasca kebakaran hari Minggu lalu, hari ini kegiatan belajar mengajar sudah normal kembali. Kami mengalihfungsikan enam ruangan yang ada,” jelasnya.
Menurut Firmanza, langkah tersebut dilakukan agar musibah kebakaran tidak mengganggu hak siswa untuk tetap mendapatkan pembelajaran. Fasilitas yang masih bisa digunakan dimaksimalkan sambil menunggu pemulihan gedung sekolah yang terdampak.
Selain memastikan KBM kembali berjalan, Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah juga berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait penanganan kerusakan dan pembangunan kembali fasilitas sekolah.
Koordinasi tersebut, telah ditindaklanjuti dengan proses verifikasi dan validasi kondisi sekolah yang dilakukan Kemendikdasmen pada Senin.
“Saya juga sudah koordinasi dengan Kemendikdasmen dan kemarin sudah verifikasi dan validasi melalui Zoom dengan mereka,” katanya.
Firmanza mengatakan, hasil verifikasi tersebut menjadi bagian dari proses pengupayaan pembangunan kembali fasilitas sekolah yang terdampak kebakaran.
“Iya, hari Senin kemarin sudah diverifikasi oleh Kemendikdasmen dan segera akan diupayakan pembangunan,” tegasnya.
Ia menegaskan, kondisi darurat akibat kebakaran tidak boleh menghentikan proses pendidikan.
Karena itu, penggunaan sementara sejumlah ruangan menjadi solusi agar siswa tetap mengikuti pembelajaran selama proses pemulihan fasilitas berlangsung.
“Hari kedua pascamusibah kebakaran kami hadir dengan semangat. Mohon dukungan doa, semoga kami terus kuat, diberi kesehatan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab,” tuturnya.
Dengan langkah tersebut, aktivitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Pamona Selatan tetap berlangsung meski sekolah tengah memasuki masa pemulihan pascakebakaran.
Baca lainnya di Google News
Laporan: Moh Abdillah Novandi















