Example 1280x250

40 Ribu Anak di Parimo Jadi Sasaran Vaksin Lanjutan

Wakil Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, H. Badrun Nggai saat memantau pos pelayanan di wilayah setempat, Jumat, 31 Desember 2021. (FOTO : Ridwan)

PARIMO, theopini.id – Sebanyak 40 ribu anak usia 6-11 tahun keatas, di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah akan menjadi sasaran pelayanan vaksinasi lanjutkan 2022.

“Kami memiliki pekerjaan rumah bagaimana menuntaskan kurang lebih 40 anak yang belum terlayani vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi untuk pelajar, strateginya kami atur mulai Januari ini. Hal ini sebagai upaya mengurangi resiko penularan Covid-19,” kata Wakil Bupati Parimo, H. Badrun Nggai yang ditemui di Parigi, Jum’at, 31 Desember 2021.

Dia menyebut, pemerintah akan tetap menggandeng Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan para pihak, dalam pelaksanaan vaksinasi 2022, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurut dia, giat vaksinasi masih terus digalakkan hingga tuntas, meski pun Parimo telah mencapai target 70 persen lebih sesuai ketetapan Pemerintah Pusat.

“Karena pendemi belum usai, maka warga patut menaati Protokol Kesehatan (Prokes) saat beraktivitas di luar rumah, termasuk turut serta berpartisipasi menyukseskan program vaksinasi yang juga bagian dari Prokes,” ucap Badrun.

Dia memaparkan, vaksinasi 2021 belum selesai, sebab masih ada vaksinasi dosis satu dan kedua, sehingga vaksin lanjutan tahun ini akan lebih dioptimalkan.Apalagi, saat ini masih ada kurang lebih 88 ribu jiwa dari target sasaran 323.177 jiwa belum tervaksin dosis satu.

“Ini yang kami genjot ke depan, agar menuntaskan jumlah yang tersisa dibutuhkan partisipasi aktif warga, sebab program dilaksanakan pemerintah bukan tanpa alasan, dan memiliki faedah untuk kebaikan bersama,” kata dia.

Puskesmas dan unit-unit layanan kesehatan milik pemerintah di kecamatan, desa/kelurahan harus lebih aktif mengedukasi dan mengajak warga ikut berpartisipasi.

Meski target telah terpenuhi, namun pembentukan kekebalan kelompok belum tercapai, sebab paling tidak 80 persen dari jumlah penduduk Parimo harus tervaksinasi.

Selain itu, sasaran vaksinasi ditetapkan Pemerintah Pusat juga bukan berdasarkan jumlah penduduk.

“Pemerintah Pusat telah mendeteksi virus mutasi dengan varian baru Omicron sudah masuk di tanah air. Tidak ada kata lain, Prokes disusul vaksinasi dinilai efektif mencegah penularan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Laporan : Novita Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!