banner 1280x250

Pemerintah Sulteng Dorong INKINDO Lakukan Percepatan Infrastruktur

Pembukaan Musyawarah Provinsi ke X INKINDO di Hotel BW Coco, Kamis 10 Februari 2022. (Foto : Yuyun)

PALU, theopini.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng), mendorong Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), melakukan percepatan pembangunan infrastruktur untuk persiapan menjadi daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan.

“Sebagai provinsi yang kelak bertetangga dengan IKN, Sulteng diharap dapat menjadi daerah penyangga yang maksimal,” ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, SE, MM, Kamis 10 Februari 2022.

Hal itu, disampaikan Rudi Dewanto saat menyampaikan sambutan Gubernur Rusdy Mastura pada acara pembukaan Musyawarah Provinsi ke X INKINDO di Hotel BW Coco.

Menurutnya, bukan hanya infrastruktur, kerjasama INKINDO dalam penyelesaian masalah-masalah akut di daerah, seperti kemiskinan, kesenjangan dan pandemi Covid-19.

“Sehingga INKINDO bisa memberi andil bukan hanya bagi konsultan, akan tetapi berdampak secara luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Petahana INKINDO Sulawesi Tengah, Ir. Gufran Ahmad mengatakan, musyawarah ini menandai akhir kepemimpinannya selama dua periode.

Dalam menjalankan tugas pada periode kedua, ia akui pengurus belum maksimal akibat dampak bencana gempa bumi September 2018.

Ditambah lagi, dengan Covid-19 sejak Maret 2020 juga memberi pukulan bagi dunia usaha dan jasa konstruksi.

Melalui tema Musprov “INKINDO Berkarya Untuk Sulawesi Tengah Sejahtera dan Maju” diharapkan, dapat dijadikan spirit berkarya, meskipun di tengah pandemi  demi suksesnya visi misi membangun Sulawesi Tengah.

Senada dengan itu, Ketua Umum INKINDO Ir. H. Peter Frans berharap, agar konsultan Sulawesi Tengah dapat beradaptasi dengan pandemi, dan disrupsi industri 4.0. Sehingga, konsultan lokal dapat meningkatkan daya saing, dan memperluas usahanya ke luar daerah.

Dia juga mengapresiasi proses pemilihan ketua baru yang sudah menggunakan sistem elektronik voting (e-vote), dengan harapan sosok ketua baru dapat membawa INKINDO menjadi partner yang baik bagi pemerintah daerah.

Selain itu, kepengurusan baru juga mesti mengoptimalkan tiga fungsi utama organisasi, yaitu melayani, melindungi dan mengembangkan.

“Selama tiga fungsi ini belum tercapai maka INKINDO Sulawesi Tengah belum berkembang,” tandasnya.

Turut hadir di pembukaan musyawarah tersebut, pejabat mewakili Pemerintah Kota Palu, dan Kabupaten Sigi, Balai Kementerian PUPR di Sulawesi Tengah, pelaku usaha konstruksi serta organisasi profesi.

Laporan : Yuyun

banner 1280x250
banner 1280x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *