banner 1280x250

Berujung Bentrok, Pemuda Asal Tada Tewas Diduga Akibat Luka Tembak

Pemuda bernama Erfaldi, asal Tada Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo, tewas diduga akibat terkena tembak, saat di rumah duka, Minggu 13 Februari 2022. (Foto : Novita)

PARIMO, theopini.id – Pemuda bernama Erfaldi (21) warga Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah, tewas diduga akibat luka tembak dalam aksi blokade jalan Trans Sulawesi, Desa Katulistiwa oleh Aliansi Tani Rakyat (ARTI) Koalisi Tolak Tambang (KTT) PT Trio Kencana, Sabtu 12 Februari 2022.

“Saya mendapat kabar anak saya kena tembak dari keluarga. Saya langsung mencari tahu keberadaannya ke Puskesmas Tada. Saya sampai tidak kuat melihat kondisi anakku yang saat itu telah meninggal,” ungkap Ibu Kandung korban, Rosmawati saat ditemui di rumah duka, Desa Tada, Minggu 13 Februari 2022.

Dia pun membantah, jika anaknya disebut-sebut sebagai salah satu dari masa aksi ARTI KTT. Ia, mengaku, Erfaldi mendatangi lokasi demonstrasi di Desa Katulistiwa, sekitar pukul 20:00 WITA.

Sebelumnya berangkat, dia sempat meminta anaknya membelikannya rokok untuk kebutuhan barang dagangan.

“Anak saya itu, ke acara pesta saja tidak pernah, entah kenapa mau ke sana. Dia hanya datang menonton, karena namanya anak-anak mau melihat kejadian seperti itu secara langsung. Anak saya sempat lagi membelikan obat tetes mata untuk tantenya juga,” ungkapnya.

Rosmawati mengatakan, berdasarkan keterangan saksi mata di TKP, yang sempat membawa anaknya ke Puskesmas Tada, Erfaldi diduga terkena tembak dari arah belakang.

Saat itu kata dia, anaknya sedang berlari menghindari kerumunan masa aksi, ketika bentrok dengan personil Polisi terjadi.

“Dari cerita beberapa saksi, anak saya terkena tembak dan langsung terjatuh dengan posisi wajah mengarah ke aspal jalan,” ungkapnya.

Kemudian, Erfaldi sempat meminta tolong dan akhirnya dilarikan ke Puskesmas Tada oleh saksi mata, agar mendapatkan penanganan medis.

“Makanya anak saya mengalami luka-luka dibagian wajah, bibirnya juga bengkak,” kata dia.

Dia menuntut keadilan atas kejadian tersebut. Bahkan berharap, oknum anggota Polisi yang melakukan tindakan itu, bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Kami akan menempuh jalur hukum. Saya yakin anakku tidak salah, dia anak baik. Cuman dia anak laki-laki kami satu-satunya yang menjadi harapan kami,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Parimo, AKBP Yudy Arto Wiyono membantah, jika warga Desa Tada tersebut meninggal akibat luka tembakan.

Bahkan menurutnya, yang membawa korban ke Puskesmas Tada, adalah warga sekitar, bukan personil Polisi.

“Korban dibawa menggunakan motor ke Puskesmas menurut informasi. Itu bukan luka tembak, tapi luka seperti tertusuk,” tegasnya.

Namun, Kapolres belum memastikan apa penyebab kematian korban, dan akan melakukan pengecekan kembali.

“Kami membubarkan masa aksi ke arah Tugu Katulistiwa, tidak ke arah lain. Itu pun kami menggunakan gas air mata,” terangnya.

Diketahui, aksi blokade jalur Trans Sulawesi yang dilakukan masyarakat dari tiga kecamatan yakni, Toribulu, Kasimbar dan Tinombo Selatan yang tergabung dalam ARTI KTT PT Trio Kencana, terjadi sejak pukul 12:00 WITA, Sabtu.

Aksi blokade, terjadi kurang lebih 13 jam lamanya, dan mengakibatkan antrian panjang kendaraan. Tindakan itu dilakukan masa aksi, akibat Gubernur Sulawesi Tengah H Rusdy Mastura, yang tidak menepati janjinya untuk menemui masa aksi.

Akhirnya, personil Polisi anti huru hara bertindak pukul mundur dengan menghalau masa aksi menggunakan gas air mata, tembakan petasan dan water cannon.

Tindakan pukul mundur dimulai sejak pukul 22:00 WITA, dan akhirnya personil mampu mengendalikan situasi kurang lebih dua jam setelah bentrok sempat terjadi.

Saat bentrok, masa aksi melakukan penyerangan dengan melempar batu, dan botol air mineral ke arah personil Polisi.

Berdasarkan pantauan, puluhan orang masa aksi di amankan ke Polres Parimo, beserta barang bukti, berupa empat unit truck, dan puluhan sepeda motor.

Laporan : Novita Ramadhan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: