Example 1280x250
Daerah  

Target Predikat Madya, Pemda Parimo Mulai Bahas Skema KLA  

Target Predikat Madya, Pemda Parimo Mulai Bahas Skema KLA  
Rapat pembahasan skema KLA untuk persiapan penilaian di akhir Maret 2022. (Foto : Diskominfo)

PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mulai membahas skema Kawasan Layak Anak (KLA), untuk mencapai target predikat madya pada penilaian di Maret 2022.

“Rapat ini telah kedua kalinya dilaksnakan di 2022, terkait dengan persiapan penilaian KLA untuk meraih predikat madya,” ungkap Kepala Bappelitbangda Parimo Irwan, Jum’at 18 Februari 2022.

Menurutnya, target predikat madya paling lambat dapat dicapai pada 2023, atau diakhir masa kepemimpinan Bupati Parimo, H Samsurizal Tombotutu dan Wakil Bupati Parimo, H Badrun Nggai.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, pada DP3AP2KB Parimo, Kartikowati SKM MM mengatakan, KLA merupakan kabupaten yang berbasis hak anak melalui perintegrasian, baik masyarakat, wirausaha, serta media secara menyeluruh, dan berkelanjutan yang mendukung berbagai kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak anak.

“Tujuannya adalah mendukung program pemerintah Indonesia layak anak di 2030,”jelasnya.

Menuriut dia, dari 514 kabupaten di Indonesia yang telah mendapatkan penghargaan KLA, Kabupaten Parimo berada diurutan ke 321. Penghargaan itu, diraih pada 2019 sebagai kabupate pertama di Sulawesi Tengah.

Sehingga, untuk mendukung capaian target madya, 23 kecamatan dan seluruh desa harus didorong menjadi kawasan layak anak, yang ditunjang dengan sejumlah fasilitas penunjang.

“Dalam meraih predikat itu, maka dilakukan beberapa tahapan termasuk akhir Maret 2022 saat  dilaksanakan penilaian KLA oleh kementerian terkait,” kata dia.

Persiapan yang dilakukan, yakni mengadakan tempat kawasan tanpa rokok disejumlah fasilitas umum, instansi vertikal maupun non vertikal.

Kemudia, pojok asi, infrastruktur ramah anak seperti taman bermain ramah anak, ketersediaan sarana instalansi air bersih, mempublikasikan KLA,  baik melalui media cetak maupun medua elektonik, serta menyediakan internet grtais.

“Seharusnya setiap kecamatan mempunyai tempat taman bermain ramah anak,” kata dia.

Selain itu, OPD terkait yang tergabung dalam tim Satgas Kabupaten Layak Anak, di antaranya Bappelitbangda, DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PUPRP, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Selanjutnya, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata dan Arsip Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika, BPBD, Bagian Hukum dan Perundang Undangan, Kementerian Agama hingga Wahana Visi Indonesia.

Laporan : Wawa Toampo/**

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!